PRESIDEN TERIMA SURAT2 KEPERCAYAAN DUBES MUANGTHAI

PRESIDEN TERIMA SURAT2 KEPERCAYAAN DUBES MUANGTHAI

Presiden Soeharto Sabtu pagi di Istana Merdeka telah menerima Surat2 Kepercayaan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Kerajaan Muangthai yang baru, Chnaj Kannawat yang menggantikan Thalerng Chai Chartprasert.

Kepala Negara dalam pidato balasannya menekankan perlunya peningkatan persaudaraan, saling percaya, kerja sama dan bantu membantu diantara Muangthai dan Indonesia.

Dikatakan, usaha ini tidak saja bermanfaat bagi kemajuan rasa damai antara kedua negara melainkan juga ikut memberi sumbangan bagi stabilitas dan ketenangan di wilayah ini.

Mengenai Kerjasama ASEAN

Kepala Negara mengatakan bahwa baik Muangthai maupun Indonesia sama2 bertekad dan berusaha untuk mengisi dan memperkokoh kerjasama regional ini seita meningkatkan ketahanan nasional masing2 negara dan kesetiakawanan ASEAN serta bersama-sama mewujudkan ketahanan regional Asia Tenggara.

Terwujudnya ketahanan regional menurut Kepala Negara sangat penting dalam rangka menciptakan wilayah Asia Tenggara yang damai, bebas dan netral. Presiden juga menekankan perlunya kesatuan dan kesetiakawanan ASEAN lebih ditingkatkan.

Hal ini diperlukan sebab dewasa ini kawasan Asia Tenggara sedang menghadapi situasi yang sulit katanya.

"Situasi yang penuh ketegangan di Indocina dan pengungsi yang membanjiri negara ASEAN telah membuat kita sangat prihatin. Sebab berlanjutnya keadaan demikian itu akan dapat meningkatkan ketidakstabilan dan mengganggu perdamaian di kawasan ini," Presiden mengemukakan.

Dikatakan juga Muangthai yang berbatasan langsung dengan Indonesia menghadapi langsung setiap kemungkinan yang akan timbul di sana.

Namun Kepala Negara yakin Muangthai tetap penuh rasa percaya pada diri sendiri berdasar atas Ketahanan Nasional yang terus dibina oleh Negara ini. (DTS)

Jakarta, Sinar Harapan

Sumber: SINAR HARAPAN (04/08/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 147-148.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.