PRESIDEN TERIMA SEKRETARIS EKSEKUTIF ESCAP, KIBRA

PRESIDEN TERIMA SEKRETARIS EKSEKUTIF ESCAP, KIBRA

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto di kediaman, Jalan Cendana Jakarta Senin menerima kunjungan kehormatan Sekretaris Eksekutif Komite Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik PBB (ESCAP- Economic and Social Commission for Asia and Pacific), Syah A.H.S. Kibria.

Dalam kesempatan itu Kibria didampingi Kepala Perwakilan OM3P di Jakarta, Galal H. Mahdi dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas, J.B. Sumarlin.

Sumarlin kepada wartawan mengatakan, kunjungan itu selain dimaksudkan untuk memperoleh masukan mengenai persiapan Indonesia, yang ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Sidang ESCASP Ke-44, April 1988, sekaligus untuk melihat perkembangan pembangunan di Indonesia.

Dikatakan/Sidang ESCAP ke-44 akan menitikberatkan pembicaraan pada masalah-masalah yang menyangkut lapangan kerja peningkatan keterampilan manusia termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), serta masalah peningkatan hidup manusia, terutama yang berkaitan dengan upaya menekan tingkat kematian bayi dan balita.

Sidang yang berlangsung setahun sekali itu, kali ini memilih tema “Pengembangan Sumber Daya Manusia”.

Menurut Sumarlin, Presiden Soeharto kepada tamunya, menjelaskan pengalaman Indonesia dalam mengembangkan sumberdaya manusia di setiap kegiatan pembangunan.

Mengenai kegiatan PKK dalam menggalakkan cara hidup sehat serta peningkatan perbaikan hidup sebagai upaya menurunkan tingkat kematian bayi dan balita, juga dijelaskan Presiden kepada Kibria, demikian Sumarlin.

Kibria akan berada di Indonesia sampai Kamis. Berbagai tempat kegiatan pengembangan sumberdaya manusia yang akan ditinjaunya antara lain, Pusat Pendidikan Calon Penerbang Pilot di Curug, Tangerang, serta pusat-pusat kerajinan di Bali.

Kibria yang warganegara Bangladesh, menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif ESCAP sejak 1981. Lulusan Universitas Dhaka tahun 1953 itu mengawali kariernya sebagai pegawai Departemen Luar Negeri Pakistan (sebelum pemisahan Pakistan dan Bangladesh).

Tahun 1973 menjabat sebagai Duta Besar untuk Australia, New Zealand dan Fiji yang berkedudukan di Kanbera, hingga tahun 1976. Pasca tahun 1976-1978 menjadi Kepala Perwakilan Tetap Bangladesh di PBB yang berkedudukan di Jenewa, dan pada tahun 1978-1981 menjadi Sekretaris Jenderal Departemen Luar Negeri Bangladesh.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (08/02/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 22-23.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.