PRESIDEN TERIMA PENDERITA KUSTA

PRESIDEN TERIMA PENDERITA KUSTA

 

Jakarta, Kompas

Presiden Soeharto hari Selasa di Bina Graha menerima sejumlah bekas penderita penyakit kusta (mycobacterium leprae) yang kini telah sembuh. Tanpa canggung-canggung, Kepala Negara menyalami mereka satu per satu, mengamati bagian tubuh, tangan bekas terkena serangan, dan berdialog dengan mereka mengenai sebab-musabab dan pengalaman mereka selama penderitaan.

“Apa yang dilakukan Presiden Soeharto itu merupakan yang pertama di Indonesia. Ini membuktikan bahwa seorang penderita kusta yang telah berobat dan sembuh, sama sekali tidak berbahaya lagi dan tidak perlu ditakuti,” tegas Menkes dr. Adhyatma MPH yang mendampingi para bekas penderita kusta.

Dikemukakan, banyak anggota masyarakat saat ini enggan berhubungan atau menerima para bekas penderita kusta, seolah-olah mereka masih berbahaya. Anggapan ini sekaligus membuat para bekas penderita kusta merasa rendah diri.

“Dengan diterima Presiden diharapkan dapat memberikan semangat dan rasa percaya diri kepada mereka,” ujar Menkes yang juga mantan direktur rumah sakit kusta Sintanala, Tangerang (1965-70).

Untuk memberikan kembali semangat dan rasa percaya diri serta kepercayaan dari masyarakat, tanggal 15-25 November nanti di Tangerang akan diadakan Pekan Olahraga Penyandang Kusta Nasional (Porpentanas) yang diselenggarakan oleh Himpunan Pekerja Sosial Indonesia (HIPSI).

Ketua Umum Hipsi, Ny. Siti Hardiyanti Rukmana yang ikut ke Bina Graha kemarin mengatakan. Porpentanas yang untuk pertamakalinya diadakan ini akan diikuti sekitar 1.350 peserta dari seluruh Indonesia.

 

Segera Berobat

Menurut Menkes, dengan di terimanya para bekas penderita kusta oleh Presiden, diharapkan pula para unit pelaksana kesehatan dan seluruh aparaturnya akan lebih berani dan siap melayani penyakit kusta.

Selain masyarakat, aparat pemerintah juga diharapkan dapat menerima dan memberikan kesempatan hidup yang layak kepada penyandang kusta, sama seperti warga masyarakat lainnya.

Presiden Soeharto dalam kesempatan itu mengimbau para penderita kusta agar segera berobat pada saat mengetahui mulai diserang sehingga bisa segera sembuh tanpa harus mengalami cacad.

Menurut Menkes, tanda-tanda mulai diserang kista yakni adanya bercak berwarna keputih-putihan seperti danau, tetapi kering dan kulit pada bagian itu tidak berbulu. Kalau ditusuk dengan jarum tidak terasa sakit, demikian pula tidak terasa kalau terkena air panas.

Dijelaskan, dewasa ini di seluruh Indonesia terdapat sekitar 150.000 penderita penyakit kusta, sekitar 30 persen di antaranya menular. Tapi jumlah ini diperkirakan masih lebih banyak karena banyak penderita yang masih menyembunyikan diri karena malu, atau karena memang tidak berdaya. Daerah yang paling banyak terserang adalah Sulawesi Selatan, kemudian Maluku, Irian Jaya, dan D.I. Aceh.

 

 

Sumber : KOMPAS (12/10/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 507-508.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.