PRESIDEN TERIMA MENTERI PEMBANGUNAN KORSEL

PRESIDEN TERIMA MENTERI PEMBANGUNAN KORSEL

Presiden Soeharto dan Menteri Pembangunan Korea Selatan Yong Ho Kim, hari Kamis, di Bina Graha membicarakan bagaimana meningkatkan kerja sama untuk kemakmuran kedua negara.

Kepada wartawan selesai diterima Kepala Negara, ia mengatakan sangat terkesan akan kemajuan yang dicapai Indonesia dalam bidang pembangunan.

Ketika diterima Presiden Soeharto, Menteri Pembangunan Korea Selatan yang tiba di Indonesia hari Rabu tanggal 24 Maret itu didampingi Menteri Pekerjaan Umum Purnomosidi Hadjisarosa ia akan meninggalkan Indonesia hari Sabtu tanggal 27 Maret mendatang.

Menurut keterangannya, maksud kunjungannya ke Indonesia adalah untuk menjajaki kemungkinan kerja sama di bidang konstruksi bangunan.

Delegasi DPR-RI ke Tunisia

Di tempat yang sama Presiden Soeharto menerima wakil ketua DPR Kartidjo yang dalam waktu dekat akan memimpin suatu delegasi DPR-RI ke Tunisia.

Kartidjo diterima Kepala Negara untuk mohon diri. Delegasi DPR-RI yang akan mengadakan kunjungan muhibah ke Tunisia itu meninggalkan Indonesia, 31 Maret yang akan datang.

Kunjungan ke luar negeri itu akan berlangsung selama tujuh hari, kata Kartidjo kepada wartawan dan kemungkinan mereka juga akan berkunjung ke Maroko.

Menmud Urusan Wanita Melapor

Menmud Urusan Peranan Wanita Ny. L. Sutanto melapor kepada Presiden Soeharto di Bina Graha tentang usaha yang menyangkut bidang peningkatan peranan wanita dalam pembangunan.

Antara lain tentang proyek pengolahan biogas di Jurangrejo, Desa Pandisari, Kecamatan Pujon, Jawa Timur.

Menmud menjelaskan, biogas itu digunakan untuk memasak dan dapat mendidihkan dua liter air dalam sepuluh menit.

Presiden menganjurkan, usaha pemanfaatan biogas itu diserahkan kepada koperasi. Dalam hal ini Kepala Negara membantu Rp.8 juta koperasi itu yaitu Koperasi Sinayu Andandani Ekonomi. (RA)

Jakarta, Suara Karya

Sumber: SUARA KARYA (26/03/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 699-700.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.