PRESIDEN TERIMA MENKEH SOAL PELAYANAN IMIGRASI UDARA

PRESIDEN TERIMA MENKEH SOAL PELAYANAN IMIGRASI UDARA

Jakarta, Antara

Menteri Kehakiman Ismail Saleh, SH, hari Selasa melaporkan kepada Presiden Soeharto bahwa pelayanan keimigrasian di udara (PKU) yang dilaksanakan sejak 15 Maret 1987, meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia.

Dalam laporan tertulisnya yang diberikan kepada wartawan seusai diterima Kepala Negara di Bina Graha Jakarta, Menteri Kehakiman menjelaskan bahwa sebagai dampak pelaksanaan PKU, jumlah wisatawan, khususnya warga negara Jepang, untuk tahun 1987 (Maret sampai Desember) mencapai 92.008 orang dibanding tahun 1986 yang berjumlah 74.452 orang.

Kesan para wisatawan terhadap PKU sangat menggembirakan karena pada saat turun di Bandar Udara Soekarno-Hatta Jakarta dan Ngurah Rai Bali, mereka tidak perlu menunggu terlalu lama dan antre di Imigrasi.

Dengan PKU, para wisatawan tersebut dapat langsung menuju ruang tunggu barang untuk penyelesaian bea cukai dengan hanya menunjukkan ICC (Immigration Clearance Card).

PKU dilaksanakan oleh para petugas imigrasi Indonesia sejak 15 Maret tahun lalu khusus untuk penerbangan Garuda dengan rute Tokio-Jakarta-Denpasar. Penerbangan ini dilaksanakan tujuh kali sepekan dengan pesawat Boeing 747.

Tujuan PKU ialah untuk memberi kemudahan dan peningkatan pelayanan yang cepat, terutama kepada wisatawan, mengingat kondisi serta fasilitas Bandara Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai saat ini dirasa kurang memadai.

Dalam PKU, pemeriksaan surat-surat wisatawan oleh petugas imigrasi dilakukan selama penerbangan tanpa mengganggu kenyamanan mereka.

Ismail Saleh menjelaskan bahwa jumlah petugas PKU setiap kali penerbangan dua orang. Jumlah petugas yang dikerahkan untuk pelak:sanaan PKU 121 orang terdiri atas 101 petugas dari Kantor Imigrasi Cengkareng dan 20 petugas Kantor Imigrasi Ngurah Rai.

Biaya pelaksanaan PKU ditanggung Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia. Masing-masing petugas imigrasi itu menerima uang saku sekitar Rp. 121.985 untuk biaya makan 24 jam, sedangkan akomodasi dan “airport tax” mereka di Narita ditanggung pihak Garuda.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (23/02/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 30-31.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.