PRESIDEN TERIMA MAHAGURU2 UNIVERSITAS PAJAJARAN

PRESIDEN TERIMA MAHAGURU2 UNIVERSITAS PAJAJARAN [1]

Jakarta, Berita Buana

Presiden Soeharto Senin siang kemarin menerima Rektor dan para mahaguru Universitas Pajajaran bertempat di Bina Graha yang melaporkan mengenai hasil penelitian Unpad tentang pengembangan kesehatan pedesaan.

Prof. Dr. Soedjatmo selaku juru bicara, selesai pertemuan itu kepada pers menerangkan, Fakultas Kedokteran Unpad telah menemukan indikator2 kesehatan pedesaan. Penelitian tsb telah memasuki tahap kedua, yang akan disempurnakan pada Loka Karya tanggal 26 – 28 Juni mendatang di Bandung.

Menurut Prof. Soedjatmo yangjuga menjabat sebagai Ketua Proyek Penelitian Kesehatan Pedesaan ini, lebih jauh menerangkan bahwa lembaga yang dipimpinnya telah berhasil mengadakan penelitian di 4 Kabupaten di Jawa Barat

Di Sumedang obyek penelitiannya Proyek Waduk Desa, di Ciamis obyeknya di masyarakat nelayan, di Bandung dan Cianjur obyeknya ialah dibidang industri.

Dari penelitian tsb. dirumuskan 3 indikator kesehatan, yang meliputi status kesehatan (demografi, gizi, perkembangan kelahiran dewasa dan kematian), lingkungan hidup (perumahan, penyediaan air dan pembuangan kotoran) dan pelayanan kesehatan itu sendiri.

Dengan ditemukannya indikator2 baru itu, diharapkan agar bantuan ataupun investasi mengarah tepat untuk tujuan akhir ialah “desa sehat”.

“Hal itu sesua dengan harapan Presiden agar setiap bantuan dan investasi jangan muspro (hilang sia2 Red),” Kata Prof Soedjatma

Walaupun yang dikembangkan sekarang bersifat hypothesa, namun berdasarkan indikator2 yang pasti. Kini hasil penemuan itu segera dirumuskan, dan disempurnakan.

Soedjatmo menekankan bagaimana pentingnya sistim indikator kesehatan itu.

Dan kemudian menghubungkannya dengan jumlah penduduklndonesia yang 130 juta itu. Diharapkan dengan sistim tsb. dapat diungkapkan sebab akibat turun naiknya prestasi bangsa.

Dari sekian banyak penduduk kita, dikatakan tidak ada yang mempunyai prestasi dalam olahraga internasional.

“Kalah melulu ….,” kata Prof. Soedjatmo.

Ditanya kwalitas kesehatan antara si kaya dan si miskin, Prof Soedjatmo mengatakan bahwa hal itu ada kaitannya dengan pemeliharaan lingkungan.

Masyarakat miskin di desa2, rata2 lebih sehat, karena hubungannya dengan barang2 alamiah. Sedangkan di perkotaan yang serba plastik, pemeliharaan kesehatan kurang terjamin.

Prof. Soedjatmo berpendapat belum tentu yang kaya sehat. Meskipun demikian, masyarakat desa perlu ditingkatkan bantuan kesehatan, dalam arti membangun jalan pikiran orang.

Proyek Penelitian tsb dibantu oleh Depdagri. Rombongan para mahaguru Unpad yang menghadap Kepala Negara itu terdiri dari 14 orang, selain diantar oleh Rektor Unpad, Prof Drs. Hindersyah Wiraatmaja, turut mengantar pula Dirjen Perguruan Tinggi Dep. P dan K, Prof Dody Tisnaamijaya. (DTS)

Sumber: BERITA BUANA (21/06/1977)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 542-543.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.