PRESIDEN TERIMA DANYON GARUDA XIV DI ZAGREB 

PRESIDEN TERIMA DANYON GARUDA XIV DI ZAGREB [1]

 

Zagreb, Antara

Presiden Soeharto, di Zagreb, Senin pagi, menerima Komandan Batalyon (Danyon) Kesehatan “Garuda XIV” yang ditempatkan di wilayah Kroasia dan wakil pengamat militer (Milobs) dari ABRI yang juga bertugas di wilayah tersebut.

“Bagaimana anak-anak (maksudnya anggota pasukan-red) apa sehat-sehat?” tanya Presiden Soeharto dengan sikap kebapakan pada Danyon “Garuda XIV” Letkol Heridadi, yang dijawab, “siap, baik-baik semua”.

Heridadi secara singkat melaporkan tugas pasukannya yang dioperasikan di bawah Pasukan Pengaman PBB (UNPROFOR) yakni menangani korban perang antar etnis di wilayah tersebut dan juga memberikan pelayanan bagi warga dan pengungsi. Batalyon Kesehatan (Yonkes) “Garuda XIV” yang beranggotakan 219 orang terdiri dari sembilan dokter dari berbagai keahlian seperti bedah dan anastesi, 13 dokter umum dan selebihnya perawat dan anggota penunjang.

Pasukan Garuda XIV bermarkas di wilayah barat Kroasia di Daruvar, dan ketiga kompi lainnya masing-masing di Topusko (sektor utara), Erdut (timur) dan Gracac (selatan). Presiden berpesan agar pasukan melakukan tugas sebaik-baiknya, menjaga nama bangsa dan negara serta bergaul baik dengan masyarakat setempat. Kepala Negara juga menjelaskan kunjungannya ke Kroasia dan Bosnia­ Herzegovina untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan politik, juga untuk memberikan jasa baik seperti yang diminta oleh keclua pemerintah guna ikut mendorong berakhimya konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.

Konflik di Kroasia pecah setelah pemisahan diri negara itu dari Federasi Yugoslavia, Juni 1991 yang ditentang oleh Serbia. Setelah konflik Kroasia dan Serbia mereda, pecah lagi konflik baru antara Bosnia-Muslim yang mengumumkan kemerdekaannya pada awal Maret 1992. Konflik masih terus berlangsung hingga saat ini di tengah berbagai upaya perdamaian dan gencatan senjata yang berkali-kali dilanggar oleh pihak Serbia.

Serahkan Bingkisan

Presiden Soeharto dalam kesempatan yang samajuga menerima perwira peninjau militer dan polisi (police/military observers) yang diwakili oleh Letkol Pol Suhartono dan Letkol TNI-AD Nathi Harun. Saat ini terdapat 25 perwira polisi dan angkatan lainnya yang bertugas di wilayah Kroasia, Bosnia-Herzegovina dan Makedonia (Yugoslavia) guna mengawasi gencatan senjata di sana. Presiden Soeharto secara simbolis menyerahkan bingkisan (terdiri dari bahan pangan dan rokok) pada Letkol Heridadi untuk diteruskan pada anggota pasukannya. Seusai acara tersebut, Presiden menuju Istana Presiden untuk mengikuti acara penyambutan militer dari Presiden Kroasia Franjo Tudjman. Seusai memeriksa barisan kehormatan, sekembali ke mimbar, Presiden menyampaikan kata “POZDRAV VOJNICI” (baca: posedrave voinici) atau berarti

“salam prajurit” yang dibalas oleh barisan kehoramatan dengan kalimat sama. Seusai pembicaraan empat mata dengan Presiden Franjo Tudjman, Kepala Negara menurut rencana langsung menuju Bandara Zagreb untuk terbang ke ibukota Bosnia-Herzegovina dengan pesawat PBB. (FAC-KL08/EU02/SU05/ 15:50/DN04/13/03/95 16:08/ru2)

Sumber:ANTARA (13/03/ 1995)

____________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVII (1995), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 417-418.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.