Presiden tentang Krisis Moneter dan Spekulan ‘SAYA AKAN TEMUKAN JURUS MEMATIKAN’

Presiden tentang Krisis Moneter dan Spekulan ‘SAYA AKAN TEMUKAN JURUS MEMATIKAN'[1]

 

 

Jakarta, Republika

Presiden Soeharto menegaskan akan menemukan jurus yang tepat untuk menindak sejumlah spekulan yang melakukan perjudian mata uang dolar yang telah menyebabkan ambruknya ekonomi Indonesia.

Penegasan Presiden itu disampaikan ketika bersilaturahmi dengan para ulama di Bina Graha, kemarin. Hadir dalam acara itu antara lain Menteri Agama Tarmizi Taher, Ketua Umun MUI Pusat KH Hasan Basri, KH Ilyas Ruchiyat, KH Alie Yafie, Aisyah Amini, Prof. Dr. Zakiah Daradjat, Din Syamsudin, serta KH Zainuddin MZ.

“Saya yakin akan menemukan jalan yang tepat. Menemukan jurus yang bisa mematikan daripada semuanya itu.” tandas Kepala Negara.

Namun demikian, lanjut Pak Harto, segala sesuatunya sangat tergantung pada dukungan rakyat. Sebab, menurutnya, situasi yang tidak menguntungkan ini bisa saja dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu di dalam negeri. Sebagai misal, kata Pak Harto,

“Saya pernah diisukan mati. Akibatnya kurs turun tidak hanya beberapa ratus poin tapi beberapa ribu. Karena itu umat Islam harus waspada.”

Untuk itu, tegas Presiden, masyarakat harus bersatu untuk menutupi celah-celah kelemahan itu.

“Umpamanya nanti kita akan menentukan kurs tertentu, lantas mereka (para spekulan) akah menyerbu, termasuk rakyat, untuk menggunakan kesempatan kurs yang rendah tersebut.”

Jika itu terjadi, kata Pak Harto, tentu akan mengganggu kelancaran pelaksanaan langkah-langkah yang diambil pemerintah.

“Tetapi jika rakyat bisa membantu dengan menutupi celah-celah kelemahannya itu, dengan sendirinya kita mempunyai kekuatan untuk menghadapi mereka.” tambahnya.

Presiden juga mengingatkan berbagai isu tidak bertanggungjawab itu akan tetap muncul, sekalipun Sidang Umum MPR (SU-MPR) pada bulan Maret telah selesai. Sekarang ini saja, katanya, telah beredar berbagai isu yang bertujuan menghancurkan bangsa ini.

“Saya telah menerima laporan tentang isu kekurangan sembilan bahan pokok, padahal sebenarnya persediaan cukup. Di Ujungpandang anak-anak didorong untuk melempari toko-toko.” kata Presiden.

Kepala Negara yang berbicara tanpa naskah kemudian menuturkan di berbagai daerah telah muncul isu tentang kenaikan harga minyak tanah. Orang-orang yang membeli minyak tanah dengan harga Rp.400/liter kemudian didatangi orang lain yang katanya mau membeli dengan harga Rp.1.000/liter.

“Karena itu saya minta para ulama untuk memanfaatkan masjid ataupun langgar untuk mengimbau masyarakat agar bersikap waspada terhadap berbagai isu yang tidak bertanggungjawab itu.” kata Presiden.

Pada bagian lain dalam sambutannya, Presiden mengatakan pemerintah akan mengambil kebijakan yang harus diutamakan daripada menggunakan cadangan devisa yang sangat terbatas. Sekarang ini devisa yang ada digunakan untuk menyelamatkan impor barang-barang untuk kebutuhan industri.

“Sebab kalau industri tidak memperoleh bahan bakar dengan sendirinya berhenti. Kalau industri berhenti dengan sendirinya terjadi pengangguran, pengangguran dengan sendirinya akan menimbulkan kegelisahan karena tidak memperoleh pendapatan.” tutur Presiden.

Untuk itu, sambung Presiden, perhatian yang harus diutamakan adalah bagaimana menyelamatkan devisa yang ada.

“Biasanya kita mengendalikan kurs itu dengan intervensi. Tetapi rupanya intervensi kecil, mereka lalap saja sehingga habis. Sekarang kita mengambil langkah-langkah lain sehingga mematikan mereka.” tandas Kepala Negara.

Yang penting sekarang dilakukan, lanjut Kepala Negara, adalah menggunakan devisa untuk betul-betul menyelamatkan industri yang masih membutuhkan bahan baku. Sebab kalau bahan baku masih impor dan kursnya tinggi seperti sekarang, dengan sendirinya perusahaan tidak bisa membuat kalkulasi, apalagi membuat ekspor. Oleh karena itu kita lantas harus menentukan kurs tertentu untuk memungkinkan perusahaan-perusahaan kita melakukan perhitungan secara tepat agar costnya rendah untuk konsumsi dalam negeri maupun untuk ekspor.

Agar langkah-langkah ini dapat berjalan dengan baik, Kepala Negara mengingatkan kembali hendaknya rakyat tidak ikut-ikutan membeli dolar dengan kurs rendah.

“Jangan sampai rakyat justru nanti karena kondisi kurs yang rendah ikut­ikutan membeli dolar bahkan membeli lebih banyak.” ujarnya.

Presiden menyebutkan sebenarnya banyak negara yang telah memberikan bantuan dan dukungan kepada Indonesia. Sebagai misal, Senin (9/2) Pukul 08.00 WIB Presiden telah menerima telepon dari Sekjen PBB Kofi Annan yang menyampaikan simpati dan menawarkan bantuan.

“Kalau dilihat dari segi itu, kita tidak sendiri. Rakyat kita tidak sendiri, dibantu, dan diberi simpati dari seluruh dunia.”

Sementara itu, Ketua Umum MUI KH Hasan Basri dalam laporannya menyatakan, para ulama ikut merasa prihatin atas memburuknya kondisi perekonomian nasional akibat krisis moneter akhir-akhir ini.

“Para ulama mengkhawatirkan apabila hal tersebut tidalk ditangani secara serentak oleh segenap unsur bangsa, maka krisis ini akan berlanjut kepada krisis ketenagakerjaan dan krisis di bidang pangan yang akibatnya akan lebih memberatkan kehidupan masyarakat.” ujarnya.

Pada kesempatan itu MUI juga meminta agar Presiden terpilih menyaring ketat calon menteri Kabinet Pembangunan mendatang. MUI meminta agar faktor keimanan, kejujuran, sikap tanpa pamrih serta bekerja semata-mata karena Allah juga dijadikan bahan pertimbangan.

“Kita sampaikan langsung aspirasi umat Islam ini kepada Presiden Soeharto, sehingga beliau, jika terpilih, dapat menjadikannya sebagai rujukan.” jelas Hasan Basri. (dam)

Sumber : REPUBLIKA (10/02/1998)

____________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 697-699.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.