PRESIDEN: TANTANGAN SEKARANG LAIN DENGAN DULU

PRESIDEN: TANTANGAN SEKARANG LAIN DENGAN DULU

 

 

Jakarta, Kompas

Presiden Soeharto mengingatkan, zaman telah banyak berubah dan di tahun-tahun mendatang perubahan itu akan makin dinamis. Karena itu yang harus diberikan kepada tantangan-tantangan baru dan masalah­masalah baru, jelas berlainan dengan masa lampau.

Namun menurut Kepala Negara pula pengalaman dan sikap bijaksana tetap merupakan kekuatan untuk menjawab tantangan zaman yang terus berubah itu.

Presiden mengemukakan itu ketika membuka Musyawarah Nasional VIII Persatuan Wredatama Republik Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah, Sabtu siang.

Menurut Kepala Negara, cita-cita luhur kemerdekaan untuk mencapai masyarakat maju, sejahtera, adil dan makmur berdasarkan Pancasila, hanya mungkin diwujudkan melalui pembangunan. Karena itu setelah mencapai kemerdekaan dan berhasil mengatasi berbagai gejolak, bangsa Indonesia segera mulai melaksanakan pembangunan, tahap demi tahap.

Banyak kemajuan yang telah dicapai dalam pembangunan nasional sampai saat ini. Pembangunan nasional yang sudah memasuki tahap Repelita V yang merupakan tahap untuk memperkuat kerangka landasan pembangunan nasional, agar dalam Repelita VI nanti dapat mulai memasuki proses tinggal landas menuju cita-cita masyarakat sejahtera.

 

Terus Berusaha Maju

Kepala Negara mengakui, di antara kemajuan-kemajuan pembangunan yang dicapai itu, tentu tidak terlepas pula adanya kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan. Namun menurut Kepala Negara, “Sebagai bangsa pejuang kita harus terus berusaha untuk maju menghadapi masa depan, dengan mengambil pelajaran secara dewasa dari segala pengalaman di masa lampau.”

Pelajaran itu tidak hanya dari keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai, tetapi juga dari kekeliruan kekeliruan yang telah diperbuat.

Kita merasa bersyukur, lanjut Kepala Negara, bahwa dalam persiapan memasuki tahap tinggal landas, situasi dunia menunjukkan gejala makin memberi harapan. Bangsa-bangsa di dunia memberikan perhatian yang makin besar bagi kemakmuran dan kesejahteraannya. Kecenderungan ini diharapkan dapat memberikan pula pengaruh positif bagi pembangunan nasional.

Tetapi sikap waspada pun harus tetap ada, karena menurut Kepala Negara masih banyak masalah-masalah yang dihadapi oleh dunia. Tapi semuanya itu akan bisa diatasi apabila kita terus mempertebal semangat membangun dan terus memperbanyak kegiatan membangun.

“Sejarah menunjukkan bahwa dalam kurun waktu Revolusi dan Perang Kemerdekaan dahulu, bangsa kita mampu menundukkan segala tantangan dan menyingkirkan segala hambatan,” ujar Presiden.

 

 

Sumber :KOMPAS(12/08/1990)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XII (1990), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 143-144.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.