PRESIDEN TANGGULANGI KEKURANGAN BIAYA PENYELENGGARAAN PEKAN OLAH RAGA ASTENG X

PRESIDEN TANGGULANGI KEKURANGAN BIAYA PENYELENGGARAAN PEKAN OLAH RAGA ASTENG X

Presiden Soeharto menginstruksikan Menko Elruin untuk segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kekurangan biaya penyelenggaraan Pekan Olah Raga Asia Tenggara (SEA Games) X yang akan diselenggarakan di Jakarta bulan September 1979.

Hal ini dikemukakan Menteri Muda Urusan Pemuda Dr. Abdul Gafur dalam penjelasan kepada pers di Bina Graha Rabu siang selesai Sidang Kabinet Terbatas Bidang Kesra yang dipimpin Presiden Soeharto dan dihadiri pula oleh Wakil Presiden Adam Malik.

Menmud Gafur mengatakan, biaya sebanyak Rp. 650 juta itu sudah sangat diperlukan untuk mempersiapkan kontingen Indonesia seperti biaya untuk penataran dan biaya-biaya lainnya.

Biaya penyelenggaraan Pekan Olah Raga ASEAN itu seluruhnya berjumlah Rp. 2,1 milyar dan sebanyak Rp. 1,4 milyar sudah dapat dipenuhi dengan mengumpulkan dana dari berbagai sumber seperti bantuan biaya dari Departemen P dan K, dari ongkos pendaftaran dan dana yang diperoleh dari sponsor.

Menurut Menmud Gafur, kekurangan biaya ini perlu segera ditanggulangi mengingat penyelenggaraan Pekan Olah Raga ASEAN ini menyangkut nama baik bangsa dan negara Indonesia.

Dengan Indonesia sebagai tuan rumah, penyelenggaraan Pekan Olah Raga ini dari segi idealnya merupakan kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Sedang dari segi pembinaan bangsa penyelenggaraan SEA Games ini merupakan cambuk bagi bangsa Indonesia dalam mengakui kekurangan-kekurangan yang ada.

Dalam pekan olah raga yang lain, Indonesia menjadi juara umum. Pada Pekan Olah Raga Asia Tenggara X ini diharapkan pula akan lebih dapat meningkatkan prestasinya lebih baik.

Satgas Sukarelawan Pemuda

Menteri Muda Gafur juga melaporkan mengenai pembentukan satuan tugas nasional tenaga sukarelawan pemuda untuk membantu masyarakat misalnya dalam peristiwa-peristiwa bencana alam seperti banjir akhir-akhir ini.

Satuan tugas ini dibentuk atas prakarsa pimpinan organisasi-organisasi pemuda dan sekarang ini kordinatomya adalah Sekjen KNPI.

Pembentukan satuan tugas pemuda itu, bertujuan untuk dapat memanfaatkan potensi pemuda untuk kepentingan kemanusiaan.

Presiden meminta agar usaha ini ditingkatkan dan satuan tugas ini tidak hanya membantu korban banjir, tapi juga dalam pemberantasan hama, penghijauan, reboisasi danpemberantasan buta huruf di kalangan pemuda sendiri. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (21/02/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 26-27.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.