PRESIDEN TAMPAK TENANG DAN TEGAR

PRESIDEN TAMPAK TENANG DAN TEGAR[1]

 

Jakarta, Media Indonesia

Presiden Soeharto, setelah mendengar permintaan agar mengundurkan diri oleh Ketua DPRIMPR Harmoko, semalam, tampak tenang dan tegar.

Sejak sekitar pukul 7.30 WIB sejumlah pejabat tinggi penting silih berganti datang ke kediaman Jl Cendana. Diawali Menhankam/Pangab Jenderal Wiranto, disusul Pangdam Jaya Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, dan kemudian KASAD Jenderal TNl Subagyo HS yang langsung diterima oleh Kepala Negara.

Seusai bertemu Pak Harto, Menhankam/Pangab, KSAD, dan Pangdam Jaya bersama Pangkostrad menuju Dephankam untuk memberikan keterangan kepada pers.

Setelah Menhankarn/Pangab, tidak lama kemudian muncul Mendagri R Hartono di Cendana untuk kedua kalinya. Pada pagi harinya, Mendagri datang ke Cendana untuk melaporkan kegiatan rutin. Seusai bertemu Presiden, Mendagri mengungkapkan bahwa kedatangannya ke kediaman Jl. Cendana ini merupakan insiatifnya sendiri sebagai pembina politik.

Ditanya tentang irnbauan Ketua DPR/ MPR agar Kepala Negara mengundurkan diri, Hartono mengatakan lihat saja nanti saat datang kepada Presiden.

“DPR dan Presiden tidak dapat saling menjatuhkan,” tandasnya. Menurut Hartono, presiden menghadapi hal itu dengan sikap tegar. “Sebagai prajurit, Presiden tetap tenang dan semua keluarga berada di Jakarta.”

Setelah Mendagri, sekitar pukul 18.47 WIB datang Wakil Presiden BJ Habibie. Kepala Negara menerima Wapres BJ Habibie sekitar 35 menit.

Saat menerima wapres, datang mantan Menko Kesra Azwar Anas disusul Ka Bakin Moetojib. Seusai bertemu presiden, kepada wartawan Moetojib mengatakan agar semua pihak menahan diri dan introspeksi.

“Pada kesempatan ini saya mengimbau semua pihak menahan diri dan melakukan introspeksi. Semua pihak itu artinya baik jajaran birokrasi maupun mahasiswa harus menahan diri dan introspeksi,” tuturnya.

Tetutama mahasiswa, ujarnya, harus melihat apakah cara yang ditempuh selama ini sudah benar atau tidak, terutama melihat akibat kerusuhan yang lalu.

Ditanya tentang imbauan Ketua DPR/ MPR kepada Kepala Negara, Moetojib mengatakan DPR sudah menyampaikannya di depan pers. Padahal sebenarnya, katanya, kalau untuk mengambil keputusan itu harus bertanya kepada fraksi-fraksi dahulu.

“Untuk melakukan sidang istimewa itu ada tata caranya. Mekanisme itulah yang harus diikuti danyang kita selamatkan. Jadi harus konstitusional,” tegasnya.

Menurut Ka-Bakin, hari ini Presiden akan menjawab dan menjelaskan tentang permintaan DPR itu. Selain itu, yang datang ke Cendana semalam adalah Menko Polkam Feisal Tanjung yang menegaskan bahwa ABRI masih solid. Disusul oleh Menko Ekuin/Kepala Bappenas Ginandjar Kartasasmita, Menko Kesra dan Taskin Haryono Suyono, Menko Wasbang/PAN, Hartarto. (Rid/Awi!U-I)

Sumber: MEDIA INDONESIA (19/05/1998)

_______________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 340-341.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.