PRESIDEN TAMBAH PROPINSI PADA KERJA SAMA SUBREGIONAL ASEAN

PRESIDEN TAMBAH PROPINSI PADA KERJA SAMA SUB REGIONAL ASEAN[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto memutuskan penambahan sejumlah propinsi pada kerjasama­ kerjasama subregional dalam rangka menyiapkan semua daerah menghadapi Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA) tahun 2003.

Setelah bertemu dengan Kepala Negara di Istana Merdeka, Jumat, Menko Produksi dan Distribusi (Menko Prodis) Hartarto mengatakan kepada pers bahwa keterlibatan semakin banyaknya propinsi itu adalah karena pelaksanaan AFTA tinggal tujuh tahun lagi.

Hartarto menjelaskan, jika selama ini Sumbar, Sumut dan Aceh dilibatkan pada kerja sama dengan Malaysia dan Thailand maka sekarang tambahan propinsinya adalah Riau.

Sementara itu, kerjasama Indonesia-Malaysia-Singapura  yang melibatkan Sumbar dan Riau, kini dilengkapi dengan Bengkulu, Sumsel, Lampung serta Kalbar.

Kemudian kerjasama Indonesia-Brunei Darussalam-Malaysia-Filipina yang mengikutsertakan Kalbar dan Kaltim sekarang ditambah dengan Kalteng, Kalsel, Sulteng, Sultra, Sumsel, Maluku serta Irian Jaya.

Ketika ditanya tentang tidak samanya kemampuan propinsi-propinsi pada kerjasama sub regional itu, Hartarto mengatakan, pemerintah memang menyadari tentang perbedaan kemampuan di antara daerah-daerah itu.

“Memang tidak semua sektor bisa dikembangkan secepatnya.” kata Hartarto. Karena itu, salah satu sektor yang bisa dikembangkan secara bersama-sama adalah pariwisata.

Hartarto kemudian menunjukkan kemampuan Sumatera Barat yang berhasil mengajak para pengusaha Malaysia misalnya dalam membangun pabrik semen, perkebunan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Menko Prodis menyebutkan keberhasilan kerjasama subregional itu didorong oleh eratnya hubungan pemerintah, dunia usaha serta masyarakat.

Sumber : ANTARA(15/03/1996)

__________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 289.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.