“PRESIDEN TAK KATAKAN SIAP MUNDUR”

“PRESIDEN TAK KATAKAN SIAP MUNDUR”[1]

 

 

Jakarta, Bisnis

Presiden Soeharto membantah pernah membuat pernyataan di Kairo Mesir, yang menyatakan kesediaannya untuk mundur, kata Menpen.

“Pada intinya beliau mengatakan sebetulnya tidak ada kata-kata yang menyatakan ‘Saya siap mundur’. Itu tidak benar diucapkan ujar.” Menpen Alwi Dahlah mengutip pernayataan Kepala Negara.

Alwi menyatakan hal itu usai bersama Wapres BJ Habibie, Mensesneg Saadillah Murrsjid, Mendagri R. Hartono, Menhankam/Pangab Wiranto, Menko Polkam Feisal Tanjung, Menkeh Muladi, Kabakin Moetojib, serta Kejakgung Soedjono C. Atmonegoro melakukan pertemuan singkat dengan Presiden din Cendana Jakarta.

Presiden tiba di Pelabuhan Udara Halim Perdanakusuma pukul 04.00 kemarin. Kepala Negara bertolak dari Kairo, Kamis pukul 13.45 waktu setempat (17.45 WIB).

Keikutsertaan Kepala Negara dalam KTT G-15 di Kairo dipersingkat satu hari akibat situasi di dalam negeri.

Dalam salah satu mata acara di Mesir pada pertemuan dengan masyarakat Indonesia di KBRI-Kairo (13 Mei) pukul 17.00 waktu setempat (22.00 WEB) Presiden menyatakan kalau masyarakat tidak lagi memberikan kepercayaan (kepadanya), sebetulnya tidak apa-apa.

“Kalau tidak diberi kepercayaan, ya … sudah. Saya tidak akan mempertahankan (kekuasaan) dengan kekuatan senjata. Saya barangkali tidak dipercaya oleh rakyat, saya akan menjadi pandito, mendekatkan diri dengan Tuhan. Membimbing anak-anak supaya menjadi orang yang baik, dan juga kepada masyarakat serta bisa memberi nasihat bagi negara, tut wuri handayani.”

Jadi, lanjutnya,

“Tidak menjadi masalah kalau saya tidak mendapat kepercayaan lagi dari rakyat (Saya) tidak akan menjadi penghalang apalagi sampai mematikan kelangsungan hidup negara dan bangsa ini.”

Sumber : BISNIS INDONESIA (16/05/1998)

_______________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 304.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.