PRESIDEN SUMBANG RP 10 JUTA UNTUK MESJID AL MUSJA HADAH

PRESIDEN SUMBANG RP 10 JUTA UNTUK MESJID AL MUSJA HADAH [1]

 

Jakarta, Suara Karya

PRESIDEN SOEHARTO telah menyumbang Rp. 10 juta untuk pembangunan Masjid Pesantren Al Musja Hadah, Cilember, Kabupaten Bandung. Sumbangan kemarin disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Amirmachmud kepada Gubernur Jabar Aang Kunaefi yang selanjutnya menyerahkan kepada Bupati Kabupaten Bandung HR Lili Sumantri. Selanjutnya Bupati Bandung menyerahkan sumbangan yang berupa cek tsb.

Pada acara yang sama kepada Pemimpin Pondok Pesantren Al Musja Hadah yang diwakili oleh putranya H. Nikmat Rochmatullah dalam sambutannya menyatakan, bantuan yang diberikan oleh Bapak Presiden tsb, sangat besar artinya, karena selain merupakan bantuan dalam pembangunan dan pengembangan agama Islam, membantu santri2 dalam menggali ilmu dan amaliah, sekaligus membantu pembinaan generasi muda dalam menempa manusia2 Indonesia yang Pancasilais.

Mendagri dalam amanat singkatnya menyatakan, peranan pondok pesantren dalam pendidikan sangat besar. Karena itu Pemerintah merasa perlu untuk membantu pondok2 pesantren yang timbul atas prakarsa masyarakat itu. Menteri mengharapkan agar Pondok Pesantren Al Musja Hadah dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan menekankan bahwa iman, ilmu dan amal harus maju bersama-sama.

Resmikan Jl. Pondok Cimahi

Selesai menyerahkan sumbangan kepada Mesjid Pesantren Al Musja Hadah, Mendagri dalam kunjungan kerjanya selama tiga hari di Bandung, kemarin meninjau Sekolah Dasar No. 5 Cimahi. Ditengah perjalanan menuju SD 5 Cimahi, rombongan Menteri didaulat oleh masyarakat setempat dan minta kepada Mendagri untuk meresmikan pemakaian jalan Pojok Tengah Cimahi. Jalan desa sepanjang 1,2 Km dengan biaya swadaya masyarakat itu telah menelan biaya Rp. 1,3 juta, sedang biaya keseluruhan yang dibutuhkan Rp. 4 juta. (DTS)

Sumber:  SUARA KARYA (31/01/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 243.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.