PRESIDEN SOEHARTO : TINDAK TEGAS TINDAKAN YANG BERSIFAT KRIMINAL

PRESIDEN SOEHARTO : TINDAK TEGAS TINDAKAN YANG BERSIFAT KRIMINAL[1]

 

Jakarta, Suara Pembaruan

Presiden Soeharto menginstruksikan untuk mengambil tindakan yang tegas terhadap tindakan-tindakan yang jelas-jelas bersifat kriminal. Tindakan tegas itu diambil sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Hal itu dikatakan Menpen Alwi Dahlan usai menghadiri pertemuan antara Presiden Soeharto dengan Wapres serta menteri-menteri di lingkungan Polkam, di kediaman Cendana Jakarta, Jumat pagi.

Menurut Alwi Dahlan, Presiden Soeharto dalam pertemuan itu mengatakan langkah-langkah reformasi baik dalam bidang politik, ekonomi yang sudah bergulir dan sudah diambil oleh DPR disambut baik. Kepada rakyat banyak diminta agar tetap tenang dan sama-sama menjaga ketertiban, sehingga jangan timbul penderitaan karena kekacauan.

Presiden Soeharto juga mengatakan bahwa ada interpretasi salah seolah-olah Presiden Soeharto siap untuk mundur.

Alwi Dahlan mengutip apa yang diucapkan Presiden ketika memberikan wejangan di KBRI Kairo yang jelas-jelas tidak ada kalimat yang mengatakan untuk mundur. Ditegaskan yang penting adalah kelangsungan hidup bangsa dan negara ini, untuk kelangsungan UUD 1945.

Dalam pertemuan itu Menhankam Pangab melaporkan masalah korban di Universitas Trisakti dan ada tanda-tanda titik terang mengenai masalah itu. Presiden setuju dengan tindakan yang diambil oleh Menhankam Pangab.

Alwi Dahlan juga mengutip Kepala Negara bahwa Presiden selalu terbuka terhadap saran reformasi dan juga menerima saran-saran dari dosen UI dan direncanakan akan diadakan pertemuan besok (Sabtu). Ketika ditanya apakah dibicarakan juga mengenai Majelis Amanat Rakyat, Alwi Dahlan mengatakan, semua perkembangan di tanah air dilaporkan dan pada intinya yang dibahas sesuai dengan konstitusi.

Kembali ke Tanah Air

Presiden Soeharto Jumat (15/5) pagi tiba kembali di tanah air, setelah mengadakan, lawatan ke Kairo, Mesir untuk menghadiri KTT VIII G-15 dan kunjungan kenegaraan di Mesir.

Pesawat MD-11 Garuda Indonesia yang membawa kepala negara dari Kairo, mendarat pukul 04.01 WIB di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, setelah terbang langsung dari Kairo selama sepuluh jam empat puluh lima menit. Di tangga pesawat Presiden Soeharto disambut Wakil Presiden BJ Habibie.

Lawatan Presiden Soeharto kali ini hanya disertai dua menteri, yaitu Mensesneg Saadilah Mursjid dan Menlu Ali Alatas, yang lebih dahulu tiba di Kairo untuk mengikuti KTT G-15 Menlu Ali Alatas juga tidak ikut kembali ke tanah air, karena masih meneruskan kunjungan ke Cartagena, Kolombia untuk sidang Menlu GNB, persiapan KTT GNB di Afrika Selatan. Juga turut mendampingi penasihat ekonomi Prof. Widjojo Nitisasro.

Dari Bandara Halim menuju ke kediaman Jalan Cendana, Presiden Soeharto seperti biasa menggunakan iring-iringan kendaraan mobil.

Menurut jadwal sebelumnya, usai menghadiri KTT G-15 tanggal 13 Mei 1998, Presiden Soeharto langsung mengadakan kunjungan kenegaraan di Mesir namun karena situasi di tanah air, Presiden mempersingkat kunjungan kenegaraan tersebut.

Rencana semula diadakan pembicaraan empat mata dengan Presiden Hosni Mubarak hari Kamis (15/5) malam hari waktu Kairo, sebelum jamuan kenegaraan namun kemudian dipercepat menjadi Rabu (14/5) siang waktu setempat dan digabung dengan makan siang   bersama.

Rencana semula Presiden Soeharto kembali dari Kairo tanggal 14 Mei dan tiba di tanah air Jumat (15/5) pagi, namun kemudian dipercepat dan tiba di tanah air Jumat pukul 04.01 WIB. Karena sehari sebelumnya Presiden Soeharto telah menyampaikan hasil-hasil KTT G-15 dalam acara ramah tamah dengan masyarakat Indonesia di Kairo, maka Presiden Soeharto tidak mengadakan keterangan pers di pesawat seperti biasanya.

Sumber : Suara Pembaruan (15/05/1998)

__________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 289-291.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.