PRESIDEN SOEHARTO TIBA DI CARACAS

PRESIDEN SOEHARTO TIBA DI CARACAS

 

 

Cancun, Kompas

Presiden dan Nyonya Tien Soeharto beserta rombongan hari Senin pukul 03.00 dini hari (25/ 11) atau hari Minggu sore pukul16.00 waktu setempat (24111), tiba di Caracas, ibu kota Venezuela, setelah terbang 6% jam dari Cancun.

Kepala Negara berada di Cancun, masih di wilayah Meksiko, untuk beristirahat selamakurang lebih 23 jam setelah mengakhiri kunjungan kenegaraan selama dua hari di Mexico City, dan akan memulai berbagai acara padatnya selama enam hari di Caracas.

Cancun, sebuah kota pariwisata yang indah diujung Semenanjung Yucatan, Teluk Meksiko, di tepi laut Karibia. Di sini Presiden dan Nyonya Tien Soeharto beserta rombongan menginap di Hotel Coral Beach, sebuah hotel berlantai 11, yang baru setahun beroperasi dengan 603 kamar.

Musim hujan yang belum berakhir, membuat kota Cancun sore dan malam kemarin beberapa kali dibasahi hujan gerimis, dengan suhu sekitar 15-18 derajat Celsius dan sedikit berkabut.

 

Disambut Perez

Wartawan Kompas J.Osdar dan Ansel da Lopez melaporkan, matahari bersinar terang ketika roda-roda pesawat DC-10 Garuda yang membawa Kepala Negara dan Nyonya Tien mendarat di bandara Simon Bolivar. Suhu udara sekitar 25-28 derajat Celsius, sehingga hampir terasa seperti di negeri sendiri.

Di tangga pesawat di bandara Simon Bolivar, Kepala Negara disambut Presiden Carlos Andreas Perez dan Nyonya  Blanca Rodrigues dengan lagu kebangsaan Venezuela Gloria la Bravo dan Indonesia Raya serta pemeriksaan barisan pasukan kehormatan oleh Kepala Negara.

Tiga hari pertama kunjungan Kepala Negara ke Caracas ini adalah kunjungan kenegaraan, baru setelah itu menghadiri dan memimpin delegasi Indonesia ke KTT Kelompok-15 untuk konsultasi dan ketja sama Selatan-Selatan (negara-negara yang sedang membangun).

Besok, setelah meletakkan karangan bunga di makam pahlawan nasional Simon Bolivar (Panteon Nasional) Kepala Negara akan mengadakan pembicaraan resmi dengan Presiden Andreas Perez di Istana Negara Miraflores. Malam harinya Presiden dan Nyonya Tien Soeharto dijamu oleh Presiden Perez dan Nyonya di Istana Presiden La Casona.

Dalam rangkaian kunjungan ini, hari Rabu akan ditandatangani sebuah dokumen kerja sama bilateral kedua negara oleh masing-masing pejabat tinggi kedua negara, disaksikan oleh Kepala Negara bersama rekannya Presiden Perez.

Sebagai tanda kenang-kenangan kunjungannya ke Venezuela, Presiden juga akan menanam pohon di Taman Perdamaian Dunia (Parque Universal de La Paz). Kepala Negara akan menggunakan helikopter menuju Taman Perdamaian Dunia, yang akan ditempuh sekitar 10menit dari Istana Negara Miraflores. Selama berada di Caracas, Presiden dan Nyonya Tien Soeharto menginap di Hotel Hilton Caras, buk:an di Istana.

 

KTT Kelompok-15

KIT Kelompok 15 sendiri baru akan dimulai Hari Kamis pukul 01.00 WIB (28/11)atau Rabu pukul 12.00 waktu Caracas (27/ 11), bertempat di Gedung Teater Teresa Carreno.

KTT Caracas ini merupakan KTT Kelompok-15 yang ke-2. KTT pertama diadakan di Kuala Lumpur awal Juni tahun lalu. Delegasi Indonesia waktu itu juga langsung dipimpin Presiden Soeharto sendiri. Pada waktu itu disepakati KTT Kelompok-15 diadakan setiap tahun di setiap negara anggota, yang terdiri dari Aljazair, Argentina, Brasil, India, Indonesia, Jamaika, Malaysia, Meksiko, Mesir, Nigeria, Peru, Senegal, Venezuela, Yugoslavia dan Zimbabwe.

Penyelenggaraan KTT ke-2 ini berada dalam bayang-bayang situasi politik dalam negeri Venezuela yang kurang menguntungkan. Banyak demonstrasi anti pemerintah terjadi akhir-akhir ini. Meskipun satu dua hari ini telah reda, namun desas-desus akan terjadi kudeta terhadap Presiden Perez, terus beredar.

Dalam kunjungan kenegaraan ke Venezuela ini, Presiden disertai pula Menko Ekuin Radius Prawiro, Menlu Ali Alatas dan Mensesneg Moerdiono, yang sekaligus akan menjadi anggota delegasi Indonesia ke KTT Kelompok-15. (SA)

 

Sumber : KOMPAS (25/11/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 240-242.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.