PRESIDEN SOEHARTO TIAP KEGIATAN PEMBANGUNAN AGAR MEMENUHI ASAS, DASAR DAN TUJUANNYA

PRESIDEN SOEHARTO TIAP KEGIATAN PEMBANGUNAN AGAR MEMENUHI ASAS, DASAR DAN TUJUANNYA

Presiden Soeharto mengatakan, setiap proyek atau kegiatan pembangunan yang besar maupun kecil yang dikerjakan pemerintahan atau masyarakat harus diusahakan agar memenuhi asas dasar dan tujuan pembangunan.

Presiden mengatakan itu ketika meresmikan pabrik gula mini (PGM) ”Silihnara" di Kabupaten Aceh Tengah, hari Rabu, sekaligus peresmian secara simbolik pabrik gula "Sambulan" Sumatera Barat.

“Pembangunan pabrik gula seperti ini mempakan bagian dari keseluruhan gerak pembangunan yang besar dari bangsa Indonesia," kata Presiden.

”Pembangunan itu harus digerakkan di mana2 di segala penjuru tanah air dan di segala lapangan dengan tujuan yang jelas yaitu untuk kemajuan, kesejahteraan dan keadilan berdasarkan Pancasila bagi seluruh rakyat tanpa kecuali," kata Kepala Negara.

Ia mengatakan, pabrik gula ini memang mempakan pabrik gula mini, walaupun demikian, dalam pabrik gula yang kecil ini terkandung cita2, tujuan dan kemanfaatan yang besar.

"Perlu kita ingat bahwa yang kecil tidak harus berarti tidak penting. Yang kecil2 itu jika digerakkan secara terpadu pasti akan berubah menjadi kekuatan besar yang akan membuat pembangunan bangsa kita lebih berhasil", kata Presiden.

Presiden mengatakan, dengan pabrik gula mini ini, maka mutu perusahaan2 gula merah yang ada di daerah ini akan dapat ditingkatkan dan kebutuhan gula di daerah ini akan lebih dapat dipenuhi sendiri. Ini juga akan membantu usaha swasembada gula.

Dengan meningkatkan mutu dari hasil gula merah menjadi gula pasir yang putih maka jelas pendapatan petani akan dapat diperbaiki pula.

Masa Depan Cerah

Menurut Presiden, masa depan pabrik gula sangat cerah, sebab di tahun2 mendatang tanaman tebu masih harus diperluas.

Pabrik gula ini dijadikan sarana untuk merangsang intensifikasi tanaman tebu rakyat yang juga berarti peningkatan pendapatan petani, kata Presiden.

Ia mengatakan, dengan bantuan kredit intensifikasi, kredit eksploitasi pabrik dan perbaikan pemasaran, maka petani tebu dapat melepaskan diri dari perangkap ijon yang sangat mencekik dan berlawanan dengan cita2 pembangunan bangsa Indonesia.

Presiden mengatakan, pabrik gula ini akan diusahakan secepatnya untuk dapat diurus oleh koperasi unit desa. Untuk sementara waktu pabrik ini akan dikelola oleh unit pelaksana proyek selama dua sampai tiga tahun. Koperasi itu yang akan mengurus pabrik ini anggota2nya terdiri atas petani2 tebu dan para karyawan pabrik.

Pengurus koperasi itu dapat menunjuk pimpinan pabrik gula mini yang terdiri atas tenaga2 ahli yang dapat mengelola pabrik, pengusahaan tebu rakyat dan pemasaran hasilnya, demikian sambutan Presiden Soeharto. (DTS).

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (17/10/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 186-187.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.