PRESIDEN SOEHARTO TETAP SEHAT

PRESIDEN SOEHARTO TETAP SEHAT[1]

Jakarta, Angkatan Bersenjata

Presiden Soeharto tetap sehat dan tidak mengalami kelelahan sehubungan dengan peRjalanannya ke Senegal dan Prancis baru-baru ini, untuk menghadiri KTT III G-15 dan kunjungan resmi ke Paris.

Dipercepat kembalinya Presiden Soeharto dari Paris, Selasa  kemarin juga ditanyakan Menko Polkam Sudomo, kepada Kepala Negara ketika bertemu di Istana Merdeka. Dijelaskan bahwa pada waktu itu kegiatan Presiden bertemu Francois Mitlerand sudah selesai, dan diambil keputusan untuk segera kembali ke Tanah Air lebih cepat dari yang dijadwalkan.

“Kita lihat sendiri Pak Harto kan sehat-sehat. Saya juga tanyakan ketika masuk, lho katanya capek,” kata Sudomo. Kepada pers seusai diterima kepala negara. “Mulai kapan Presiden Republik Indonesia capek,” sambungnya untuk membuktikan bahwa Presiden Soeharto tetap sehat dan pulang cepat bukan karena lelah.

Sementara itu Ketua Bidang Organisasi Ikatan Dokter Ahli Jiwa Indonesia (IDAJI) dr Husain Andez, kepada pers menyatakan, faktor umur bagi kelanjutan hidup seseorang, tidak selalu harus dikhawatirkan. Sebab banyak orang yang umurnya 70 tahun kondisinya jauh lebih fit, bila dibandingkan dengan orang yang usianya 50 tahun yang tak terpelihara keseimbangan hidupnya.

“Seperti Pak Harto, sekalipun usianya sudah lebih dari 70 tahun, namun menurut pengamatan kami, para dokter jiwa, kini dalam keadaan sehat lahir batin,” katanya menandaskan.

Surat kabar The Straits Times yang terbit di Singapura belurn lama ini mengutip Kantor Berita AFP menyebutkan Presiden Soeharto kembali ke Indonesia lebih cepat dari yang dijadwalkan karena capek. Menurut surat kabar itu/ AFP mengutip soal capeknya Pak Harto tersebut dari sumber-sumber resmi Indonesia di Paris. Pengurus IDAJI yang dipimpin Ketua Umumnya, Dr. dr.H. Dadang Hawawi menemui Presiden Soeharto, Selasa di Istana Merdeka, untuk melaporkan kepengurusan baru dan program kerja organisasi tersebut, sebagai hasil Kongres Nasional II di Yogyakarta Juli lalu. Program kerja itu meliputi pendidikan, penelitian, pelayanan dan bidang organisasi.

Sumber: ANGKATAN BERSENJATA(02/12/1992)

______________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIV (1992), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 478-479.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.