PRESIDEN  SOEHARTO TETAP SEHAT WALAFIAT

PRESIDEN  SOEHARTO TETAP SEHAT WALAFIAT[1]

 

Jakarta, Media Indonesia

Mensesneg Moerdiono menegaskan Presiden Soeharto tetap dalam keadaan sehat walafiat. Penegasan tersebut dikemukakan Moerdiono sehubungan dengan beredarnya isu di kalangan masyarakat bahwa Kepala Negara mendadak akan menuju ke Jerman akhir pekan ini untuk menjalani perawatan kesehatan yang semakin memburuk.

Kabar burung tersebut beredar sejak Rabu (3/7) usai Kepala Negara memimpin Sidang Kabinet Bidang Ekku Wasbang. Menurut berita itu, sebelum menutup sidang kabinet, Pak Harto menyampaikan rencananya berobat ke Jerman, dan meminta keberangkatannya itu diumumkan secara resmi agar diketahui masyarakat luas.

Bahkan kantor berita AFP kemarin menurunkan sebuah judul berita : Suharto to fly Germany for heart, liver treatment. Akibat berita tersebut, Bursa Efek Jakarta kemarin sempat terpengaruh sehingga ISHG jatuh 5;46 poin (Lihat berita di Hal 2).

Usai diterima Kepala Negara, kepada wartawan Moerdiono mengatakan, kondisi kesehatan Presiden tidak seperti yang diisukan.

“Anda tadi kan melihat sendiri, Presiden sehat wal’afiat.” kata Moerdiono.

Sejak kemarin pagi, Presiden Soeharto tetap menjalankan tugas dan kegiatan sebagaimana dijadwalkan. Pada pukul 09.00 WIB, Kepala Negara membuka Simposium Nasional dan Musyawarah Besar IV Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Istana Merdeka, Rombongan BKTM dipimpin oleh ketuanya Hj. Tutty Alawiyah AS.

Presiden lantas menerima Menteri Agama Tarmizi Taher yang melaporkan masalah persiapan pelaksanaan haji tahun depan. Pada pukul 10.30 WIB Presiden menerima delegasi dari Mission Energy Company International BV, perusahaan asal Amerika Serikat yang membangun proyek pembangkit listrik di Paiton, Jawa Timur. Tim dari AS ini dipimpin oleh John E Bryson (Chairman of the Board and CEO). Kemudian pukul 11.00 WlB Kepala Negara menerima anggota parlemen Jepang yang tergabung dalam Badan Kerja sama Bilateral Parlemen Jepang­Indonesia yang dipimpin oleh Ketua Umum Parlemen Jepang Taku Yamasaki, didampingi Dubes Jepang untuk RI Watanabe dan Mensesneg Moerdiono.

Demikian pula rencana kunjungan kenegaraan Presiden Soeharto ke Malaysia pada tanggal 8 Juli tetap akan dilaksanakan, tidak mengalami perubahan.

Malahan saat membuka Simposium Nasional dan Musyawarah Besar IV BKMT Presiden Soeharto meminta agar umat Islam tidak ragu-ragu menghadapi berbagai perubahan yang teljadi di sekitarnya, karena Allah SWT telah memberikan pedoman tentang perubahan-perubahan itu.

“Ajaran agama Islam diturunkan Allah SWT untuk dijadikan pedoman hidup umat manusia dalam menghadapi tantangan yang timbul pada setiap saat di semua zaman.” kata Presiden.

Menurut Kepala Negara, karena Allah SWT telah memberikan pedoman, maka umat Islam dan rakyat Indonesia pada umumnya tidak perlu merasa khawatir terhadap berbagai perubahan itu.

“Bagi umat Islam, perubahan adalah kehendak Allah, yang pasti berlaku untuk setiap hamba-Nya.” ujar Presiden.

Sumber : MEDIA INDONESIA (1996)

________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 171-172.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.