PRESIDEN SOEHARTO TERIMA PROF. SOEMITRO

PRESIDEN SOEHARTO TERIMA PROF. SOEMITRO

Cadangan devisa Indonesia yang kini cukup baik sedapat mungkin dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat terutama di daerah2, demikian keterangan Prof. Soemitro atas pertanyaan pers selesai diterima Presiden Soeharto di kediaman Jalan Cendana, Senin.

Bekas menteri riset dan teknologi kabinet pembangunan ll yang kini bergerak di bidang jasa konsultan mengatakan kepada wartawan, peningkatan kesejahteraan rakyat itu misalnya dalam hal perbaikan institusional bidang pelayaran, kelistrikan di desa2, kelancaran saluran irigasi tersier serta pemanfaatan sumber2 mineral yang ada.

Ketika menjawab pertanyaan tentang harga2 dewasa ini akibat penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM), ahli ekonomi itu mengatakan, tiap pemerintah baik sekarang maupun di masa mendatang selalu menghadapi dilema karena kelangkaan sumber2 daya alam.

Dilema itu ialah antara ekonomi keuangan yang menyangkut biaya pembangunan dan ekonomi kemasyarakatan. Dua masalah ini selalu muncul dan menimbulkan tuntutan2 yang sering bertentangan, kata Soemitro.

Karena itu masalahnya, kata Prof. Soemitro, adalah mencari keseimbangan antara ekonomi keuangan dengan ekonomi kemasyarakatan itu. Ini merupakan keputusan kebijaksanaan politik yang harus memperhatikan sampai di mana pembangunan bisa menolong rakyat.

Prof. Soemitro yang sebulan sekali diterima Presiden mengatakan, ekonomi kemasyarakatan masih bisa diringankan dengan penyempurnaan dan penyederhanaan dari mata rantai2 pelaksanaan kebijaksanaan serta penyederhanaan jenis2 peraturan2.

"Kalau ada penyempurnaan hal itu akan sangat membantu peningkatan kesejahteraan rakyat," demikian keterangan singkat Soemitro. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (12/05/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 777-778.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.