PRESIDEN SOEHARTO TERIMA PESERTA RAKER KHUSUS DEPARTEMEN PENERANGAN

PRESIDEN SOEHARTO TERIMA PESERTA RAKER KHUSUS DEPARTEMEN PENERANGAN

Raker tersebut diikuti para pejabat Eselon I, Staf Ahli Menteri, Kepala Wilayah Penerangan Propinsi se-Indonesia, Kepala Kantor Penerangan Tingkat II Kabupaten/Kodya se-lndonesia, para Kepala Stasiun TV pusat dan daerah,

Kepala Stasiun RRI untuk dalam negeri, siaran luar negeri dan stasiun2 di seluruh Indonesia serta pemimpin Kantor Lembaga Pendapat Umum se-Indonesia.

Raker yang dimulai tanggal 9-12 Maret itu diikuti 446 peserta dan pembukaannya dilakukan di Gedung Graha Purna Yudha sedang sidang2nya berlangsung di Balai Sidang Senayan. Penutupan dilakukan Kamis pagi di Studio V RRI oleh Sekjen Deppen.

Menteri Penerangan Ali Murtopo dalam laporannya menyatakan bahwa tugas yang dilakukan para peserta Rakersus itu untuk membawa bangsa Indonesia menuju sasaran2 pembangunan melalui enam sukses yang menjadi program pemerintah bagi pembangunan nasional.

Para peserta tersebut mendapat pengarahan pejabat dari lembaga2 yang ada hubungannya dengan Departemen Penerangan. Antara lain dari Menteri Sekretaris Negara Sudharmono SH yang memberikan pengarahan tentang mekanisme kepentingan nasional dan menekankan kembali perlunya enam sukses bagi pembangunan negara Indonesia.

Menteri PPLH Emil Salim memberi pengarahan mengenai tugas2 penerangan sebagai komunikasi, sebagai penghubung pemerintah pusat dengan propinsi, tingkat II, sampai ke desa2.

Menteri Ekuin Widjojo Nitisastro dalam pengarahannya menyatakan bahwa bangsa Indonesia telah mantap kedudukannya dalam negara berkembang.

Menteri Dalam Negeri Amirmachmud menjelaskan bahwa Pemilu yang akan diselenggarakan tahun 1982 mendatang akan merupakan "pesta pora demokrasi 1982".

Dalam kesempatan itu disampaikan pula pesan2 Presiden tentang Pemilu dan masa pembangunan untuk menuju kepada kesejahteraan rakyat Indonesia.

Pernyataan Peserta

Menteri Penerangan dalam kesempatan itu menyampaikan pula pernyataan para peserta Rakernas khusus yang diadakan sekali dalam lima tahun itu, bahwa pembangunan empat masyarakat desa dan ini benar2 dirasakan.

Peserta juga menyatakan bahwa Presiden Soeharto adalah Bapak Pembangunan Bangsa Indonesia.

Pernyataan ini didasarkan atas hasil kegiatan2 juru penerang sampai ke daerah2 pedesaan dari telah berhasil menampung arus balik yang nyata dari masyarakat.

Mereka merasa khawatir apabila dalam Pemilu nanti hasilnya akan lain dengan sekarang. Tepatnya adalah, adanya kekhawatiran di kalangan masyarakat sampai Pemilu yang akan datang menghasilkan sesuatu hal yang tidak diinginkan sehingga mengakibatkan tidak terjadi kelanjutan pembangunan kekhawatiran yang dirasakan adalah, "apakah pembangunan akan dapat dilanjut dan yang memimpin bukan lagi Pak Harto”, kata Menpen Ali Murtopo.

Hasil Rakernasus

Rakemas Khusus tersebut telah mencapai hasil2 yang disepakati bersama oleh peserta atas antara lain tugas2 dalam menghadapi pemilihan Umum 1982, persiapan menghadapi anggaran baru Tahun III Pelita III dan peningkatan penerangan dalam menghadapi Pemilu bagi masyarakat se Indonesia. Demikian dikemukakan anggota Panitia pengarah H. Ismail Hassan SH kepada "Antara".

Para peserta akan berada di Jakarta hingga Selasa mendatang, karena mereka akan melakukan karya wisata ke pabrik baja di Cilegon, pabrik semen Cibinong, proyek satelit Palapa, Balai Kota DKI dan Taman Mini Indonesia Indah.

Satu2nya peserta wanita adalah dari Sulawesi Utara (Manado) yaitu, W.A. Tucunan, Badan Balai Penelitian Pers dan Pendapat Umum.

Tujuan dari rapat kerja iniadalah untuk meningkatkan kemampuan dan mobilitas pembangunan serta memberi bekal kepada seluruh jajaran penerangan dalam rangka mengadakan Pemilu 1982. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (12/03/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 555-556.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.