PRESIDEN SOEHARTO TERIMA PARA DUBES RI DI NEGARA ANGGOTA IGGI

PRESIDEN SOEHARTO TERIMA PARA DUBES RI DI NEGARA ANGGOTA IGGI [1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto, Kamis siang di Bina Graha selama kurang lebih dua jam, menerima para Duta Besar Rl yang bertugas di 14 negara anggota IGGI.

Para Dubes tersebut diminta datang ke Jakarta seperti tahun lalu untuk berkonsultasi dalam menghadapi sidang IGGI ke-19 di negeri Belanda pada tanggal 9 dan 10 Juni 1976.

Ke-14 Dubes itu mendapatkan penjelasan mengenai masalah2 yang akan dihadapi dalam sidang IGGI ke-19 disamping pemerintahan ingin mengetahui lebih banyak dari para Dubes tersebut tentang masalah negara2 IGGI dan kemungkinan2 dalam membantu Indonesia.

Para Dubes tersebut pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu akan mengadakan sidang di Jakarta yang dipimpin Menlu. a.l Jenderal Panggabean dan briefing dari Menteri EKUIN.

Presiden memberikan petunjuk apa yang perlu dilakukan para Dubes tersebut, juga mengenai keadaan ekonomi Indonesia dan kemungkinan ekonomi tahun 1976/1977.

Presiden mengharapkan selama mereka di Indonesia di samping membicarakan masalah yangm enyangkut IGGI juga dapat memperoleh penjelasan mengenai masalah penting, seperti Pemilu dan Asean yang bermanfaat bagi tugas mereka.

Menteri Negara Sudharmono atas pertanyaan pers mengatakan, dalam sidang nanti Indonesia dan negara2 IGGI akan mempelajari beberapa bantuan yang diperlukan secara realitis beberapa bantuan yang dapat diberikan IGGI kepada Indonesia.

Sudharmono mengemukakan, tidak benar karena kesulitan keuangan Pertamina, Indonesia akan meminta lebih banyak meskipun masalah Pertamina merupakan masalah yang perlu ditinjau.

Bantuan IGGI kepada Indonesia bersifat dalam bentuk bantuan proyek dan kredit.

Ke-14 negara anggota IGGI itu diantaranya Amerika Serikat, Belgia, Australia, Belanda, Selandia Baru, Italia, Jepang, Kanada, Swedia, Prancis, Jerman Barat, Swis dan Austria.

Sumber: ANTARA (13/05/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 140.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.