PRESIDEN SOEHARTO TERIMA DUA SENATOR AS

PRESIDEN SOEHARTO TERIMA DUA SENATOR AS

Jakarta, Antara

Dua senator Amerika Serikat, yang saat ini berada di Jakarta, Ernest F. Hollings dan Richard C. Shelby mengatakan bahwa mereka akan bertemu dengan Presiden Soeharto hari Kamis 25 Agustus 1988 untuk membicarakan masalah bilateral, terutama masalah perdagangan.

Senator Hollings, yang akhir-akhir ini terkenal dengan rancangan undang­ undangnya (Hollings Bill) yang sangat membatasi impor tekstil, termasuk dari Indonesia, Rabu malam. di kediaman Duta Besar AS untuk Indonesia, Paul Wolfowitz menerirna pernyataan keprihatinan Federasi Industri Tekstil Indonesia (FITI) mengenai RUU Hollings itu.

FITI mengharapkan agar senator Hollings mempertimbangkan kembali RUU-nya itu karena jika RUU tersebut berhasil menjadi UU, maka industri tekstil di ASEAN, khususnya di Indonesia akan sangat terpukul.

Ketua FITI, Husein Aminuddin yang menyampaikan pemyataan itu mengatakan, FITI mengikuti dengan cermat perkembangan terakhir kebijaksanaan Pemerintah AS di bidang ekonomi, khususnya tentang perdagangan tekstil.

“Kami sepenuhnya setuju dengan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dimaksudkan untuk mendorong peningkatan peran sektor swasta dalam perekonomian, perdagangan bebas melalui penerapan prinsip keunggulan komparatif, dan usaha meningkatkan efisiensi serta produktivitas,” kata Aminuddin.

Akan tetapi, sebagai anggota Federasi Industri Tekstil ASEAN (AFTEX­ASEAN Federation of Textile Industries), FITI sangat prihatin akan dampak negatif yang akan timbul jika RUU Hollings yang sudah diserahkan kepada Kongres tersebut berhasil menjadi undang-undang.

“Industri tekstil di Indonesia menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 1,8 juta jiwa, di samping merupakan tumpuan utama ekspor non migas kami,” tandas Husein Aminuddin.

FITI mempertanyakan mengapa AS, sebuah negara yang terkenal sebagai ‘jagoan” perdagangan bebas, sekarang semakin cenderung bersikap proteksionistis.

“Hal ini menjadi sesuatu yang sangat memprihatinkan kami,” tandas Aminuddin.

Diharapkan dampak negative RUU itu terhadap ekonomi kawasan ASEAN, khususnya industri tekstilnya akan menjadi pertimbangan besar dalam semua tindakan senator Hollings.

Mengenai dampak negatif itu, senator Hollings kepada ANTARA mengatakan bahwa dia menyadari dampak negatif RUU-nya tersebut bagi rakyat Indonesia.

“Tetapi jika RUU tersebut gagal menjadi UU, maka rakyat Amerika Serikatlah yang akan jauh lebih banyak terkena dampaknya,” kata Hollings yang didampingi isterinya itu.

Hollings juga sadar bahwa RUU-nya itu akan diveto oleh Presiden Reagan atau George Bush, yang mungkin menang dalam pemilihan presiden November mendatang, tetapi

Dia juga yakin bahwa Kongres akan mampu mengalahkan veto presiden itu.

RUU serupa, yang terkenal dengan sebutan “Jenkins Bill,” tahun lalu gagal menjadi UU karena diveto Presiden Reagan dan Kongres tidak berhasil menggulingkan veto Reagan itu.

Jakarta, ANTARA

Sumber : ANTARA (24/08/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 170-171.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.