PRESIDEN SOEHARTO TEGASKAN SEKALI LAGI : LINDUNGI PARA BURUH TANI

PRESIDEN SOEHARTO TEGASKAN SEKALI LAGI :

LINDUNGI PARA BURUH TANI

Presiden Soeharto menegaskan lagi kepada para pejabat tinggi yang menangani masalah peningkatan produksi pangan, agar melindungi para buruh tani. Hal itu diterangkan oleh Menmud Urusan Produksi Pangan Ahmad Affandi Selasa siang kemarin, di Bina Graha, selesai diterima Presiden Soeharto.

Ahmad Affandi, kemarin siang lapor Presiden tentang hasil Rapat Nasional Produksi Pangan 1980, Menmud Urusan Produksi Pangan lapor Presiden dengan disertai Dirjen Tanaman Pangan Ir.Wardoyo, Dirjen Koperasi, Ir. Sudjanadi, Dirjen Pengairan Ir.Suyono, Wakil Kepala bulog Sukarja Atmadja dan Dirut BI Permadi SH. Kesimpulan dan keputusan Rapat Nasional Produksi Pangan 1980 tersebut meliputi bidang produksi, pengadaan, perkreditan, penyaluran sarana produksi, pemasaran hasil, pengairan, dan penerangan umum.

Bidang produksi, kita perlu meningkatkan produksi berbagai jenis pangan secara lebih seimbang antara produksi beras, dan hasil2 hortikultura. Insus perlu diperluas baik untuk padi maupun untuk palawija.

Bidang pengadaan, Bulog telah menyiapkan pengadaan pangan masa datang di mana pembelian dalam negeri akan berjumlah kurang lebih 1,7 juta ton setara beras.

Untuk mengatasi kekurangan kapasitas gudang yang ada, akan dimanfaatkan emplasemen gudang2 Bulog dengan cara membangun gudang2 darurat dengan atap seng dan dinding papan/seng. Persiapan untuk pembelian jagung, kedelai, kacang tanah dan kacang hijau di dalam negeri juga sudah dilakukan secukupnya.

4.000 Kios

Bidang perkreditan, BRI terus mengusahakan agar BRI Unit Desa dapat lebih mantap mengelola kredit yang diperlukan oleh petani, baik dalam penyalurannya maupun dalam pengembaliannya.

Bidang penyaluran sarana produksi, peranan Puskud/KUD, akan ditingkatkan dalam penyaluran sarana produksi. Pembelian pupuk secara tunai di lini III oleh Puskud/Kadin akan terus digalakkan dalam rangka peningkatan efisiensi kerja dan daya saing.

Untuk meningkatkan kemampuan pelayanan KUD itu akan dibangun kios­kios sebanyak 4.000 buah, diutamakan di daerah2 rawan pangan dan di beberapa daerah pusat2 produksi pangan.

Bidang pemasaran, peranan KUD dalam pengadaan pangan stock nasional ditingkatkan, plafond kredit tiap2 KUD diperbesar telah pula disetujui oleh Direktorat Jenderal Moneter Dalam Negeri, untuk bangun gudang2, lantai jemur dan kios KUD sebanyak 999 buah dengan kapasitas masing2 100 ton dan tersebar di 8 propinsi.

Selain itu bidang pengairan dan bidang penerangan umum akan disempumakan atau ditingkatkan. (DTS)

Jakarta, Berita Buana

Sumber: BERITA BUANA (05/11/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 826-827.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.