PRESIDEN SOEHARTO TANDASKAN PEMBINAAN HUKUM TERUS DILAKUKAN DI INDONESIA

PRESIDEN SOEHARTO TANDASKAN PEMBINAAN HUKUM TERUS DILAKUKAN DI INDONESIA [1]

 

Jakarta, Angkatan Bersenjata

PRESIDEN Soeharto di Bina Graha Senin pagi telah menerima Panitia Penyelenggaraan Konperensi Hukum se Asia dan Pasific Tenggara yg terdiri atas Haryono Citro Subono SH, Joni Suhirman SH, Soegito SH, Charles Hermawan SH, Sulistyo SH dan Suparni Mulyono SH.

Memberikan keterangan kepada pers selesai pertemuan, Sulistyo SH yang menjabat Presiden Executive Law Asia menyatakan Presiden berpesan agar forum konperensi itu dijadikan landasan untuk memberikan keterangan kepada dunia Internasional bahwa Indonesia terus melakukan pembinaan hukum dan sebagai satu negara hukum Indonesia tetap memelihara tertib hukum.

Menurut Kepala Negara penerangan itu penting artinya, karena beberapa kelompok diluar negeri yaitu golongan New Left (gol. Kiri Barat) menganggap pelaksanaan hukum di Indonesia kurang baik. Anggapan mereka ini dihubungkan dengan penyabu dan orang2 PKI melalui forum konperensi Hukum ini perlu disebutkan bahwa penyelesaian orang2 PKI sudah disalurkan melalui Mahmilub. Dalam hubungan ini Presiden menyatakan bahwa kesan wartawan2 luar negeri yg meninjau P. Buru ternyata lebih baik dari pada dugaan mereka semula.

Kepada Panitia Presiden meminta agar para peserta konperensi dibawa ke Lubang Buaya untuk menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana kejamnya PKI. Melalui forum itu pula diminta agar dijelaskan bahwa hukum yang berlaku di Indonesia bukan hukum rimba. Demikian Sulistio SH.

Konperensi Hukum se Asia dan Pasific Tenggara akan dikuti oleh 22 negara dan berlangsung mulai tgl. 16 s/d 19 Juli 1973 di Jakarta. Konperensi ini akan membahas commercial arbitration, arbitration perlindungan dan bantuan hukum. Hukum dan obat bius, dan persoalan hukum tanah dinegara berkembang. Konperensi itu juga dimaksudkan sebagai tempat untuk bertukar pengalaman para akhli hukum, mengadakan research dibeberapa negara peserta serta untuk lebih menimbulkan saling pengertian sesama akhli hukum di Asia dan Pasific Tenggara (Australia dan New Zealand) Demikian Sulistio SH. (DTS)

Sumber: ANGKATAN BERSENJATA (02/11/1972)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 36-37.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.