PRESIDEN SOEHARTO SERAHKAN UPAKARTI PADA NEW ZEALAND

PRESIDEN SOEHARTO SERAHKAN UPAKARTI PADA NEW ZEALAND[1]

 

Jakarta, Republika

Presiden Soeharto menurut rencana pada 4 Desember mendatang akan menyerahkan penghargaan Upakarti 1997 kepada 64 perusahaan dan walikota/bupati yang dianggap berjasa dalam mengembangkan industri kecil melalui program kemitraan.

Pada kesempatan itu pula Presiden akan menyerahkan penghargaan Upakarti kepada pemerintah New Zealand. Negara itu selama ini dianggap sangat berjasa, terutama dalam membantu mengembangkan industri kecil gerabah di “Pottery Craft Center” Lombok, Nusa Tenggara Barat. Proyek ini, kata Tunky, sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah New Zealand. Karena itu pemerintah New Zealand menerima Upakarti Jasa Pengabdian.

“Penghargaan itu akan diberikan langsung oleh Presiden kepada Dubes New Zealand di Indonesia.” kata Menperindag Tunky Ariwibowo di Jakarta, kemarin.

New Zealand merupakan negara pertama yang memperoleh Upakarti dari pemerintah Indonesia.

Menurut Tunky, dari 64 penerima Upakarti tahun ini, 18 orang diantaranya memperoleh Upakarti Jasa Kepedulian, 26 Upakarti Jasa Kepeloporan dan 20 Upakarti Jasa Pengabdian.

Lebih dari 90 persen dati penerima Upakarti Jasa Kepeloporan tahun ini, kata Tunky, merupakan perusahaan industri skala kecil menengah, yang atas dorongan sendiri telah melakukan kerja sama usaha dengan industri kecil, termasuk melakukan pembinaan. Dan lebih dari 61 persen, penerima Upakarti Jasa Kepeloporan telah melakukan kemitraan dengan industri kecil untuk meningkatkan ekspor.

Di antara yang memperoleh Upakarti Jasa Kepeloporan itu adalah PT Karsa Megah Daya Kinerja yang membuat industri komponen di Bandung, PT Indo Elizabeth Permai yang memproduksi tas dan sepatu di Bandung dan PT Alpindo Mitra Baja yang bergerak di bidang industri logam di Sukabumi.

Penerima Upakarti Jasa Kepedulian, antara lain Walikotamadya Bandung Wahyu Hamidjaya, Bupati Sukabumi H.U. Moch. Mochtar, Walikotamadya Bukittinggi Armedi Agus dan Bupati Kepulauan Riau, Abdul Manan Saiman.

Penyeleksian terhadap calon-calon penerima Upakarti tahun ini, kata Dirjen Bangda Depdagri Feisal Tamin jauh lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dari 27 propinsi, tadinya masuk 214 calon. Setelah diseleksi akhirnya diputuskan 64 pemenang.

Sejak 1985 hingga tahun lalu, kata Feisal, pemerintah sudah menyerahkan 30 Upakarti Jasa Kepedulian, 444 Upakarti Jasa Kepeloporan dan 389 Upakarti Jasa Pengabdian. Jasa Kepedulian baru diserahkan sejak 1995.

Bila dilihat dari penyebarannya, kelihatan bahwa utu san Jawa Barat paling banyak menerima Upakarti yakni mencapai 166, kemudian menyusul Jawa Timur 160, dan Jawa Tengah B4. Irian Jayadan Timor Timur masing-masing baru menerima 7 dan 2 Upakarti.

Sumber : REPUBLIKA (03/12/1997)

___________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 90-91.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.