PRESIDEN SOEHARTO: SEMUA NEGARA HARUS SALING MENCARI KESERASIAN

PRESIDEN SOEHARTO: SEMUA NEGARA HARUS SALING MENCARI KESERASIAN

Presiden Soehaito menyatakan, demi keselamatan dan kesejahteraan umat manusia maka tidak bisa lain semua negara harus mencari keserasian antara kepentingan nasional masing2.

Presiden mengemukakan hal itu pada pelantikan duta besar baru RI untuk Perancis, Polandia, Turki, Meksiko dan Tunisia di Istana Negara, Sabtu pagi, yang dihadiri pula oleh Wakil Presiden Adam Malik.

Kelima duta besar baru yang dilantik ialah H.Mohamad Syafaat Mintareja untuk Turki menggantikan Nurmanli Amin, Drs. Barli Halim untuk Perancis menggantikan Mohafmad Noer, Drs. Janwar Marah Djani untuk Polandia menggantikan Tamtomo, Husni Thamrin Pane MA untuk Meksiko menggantikan Ben Mang Reng Say dan Teuku Mohamad Mochtar Mohamad Thayeb untuk Tunisia menggantikan Ilen Surianegara.

Presiden Soeharto dalam sambutannya pada pelantikan itu yang juga dihadiri lbu Tien Soeharto, lbu. Nelly Adam Malik dan sejumlah menteri Kabinet Pembangunan mengatakan, pengalaman akhir2 ini menunjukkan bahwa melalui jalan peperangan dan konfrontasi ternyata tidak dapat menyelesaikan konflik2 kepentingan nasional secara tuntas, baik konflik ekonomi maupun politik.

"Pengalaman dunia mengajarkan dengan sangat jelas bahwa perang bukan jalan keluar yang benar dalam menghadapi masalah2 yang dihadapi dunia dewasa ini,"kata Presiden.

Karena itu ia mengatakan, merupakan kewajiban moral dari semua bangsa di dunia untuk menghentikan, tidak meluaskan danbahkan mencegah kemungkinan timbulnya peperangan, baik perang terbatas dan lebih perang dunia yang baru.

Semua negara yang besar maupun kecil hams menahan diri, kata Presiden. Ia mengatakan, seluruh bangsa di dunia terutama bangsa yang telah maju, juga dituntut untuk mengusahakan bersama terhapusnya keterbelakangan dan kemiskinan yang sampai sekarang ini masih dialami oleh bagian terbesar ummat manusia terutama di dunia ketiga.

"Ini merupakan kewajiban moral kita semua untuk berusaha dan berbuat yang mungkin ke arah itu," katanya.

Ia mengatakan, kekuatan moral bukan satu2nya alat yang dapat digunakan. Juga tidak realistis untuk hanya mengandalkan kekuatan moral bagi keselamatan dan kemajuan umatmanusia. Namun bagaimanapun juga kekuatan moral itu harus dibina dan dikembangkan tanpa mengenal lelah, sehingga menjadi semangat dalam tata hubungan antara bangsa, kata Kepala Negara.

Bagi Indonesia, kekuatan dan bimbingan moral itu jelas dimiliki dalam Pancasila dan berdasarkan Pancasila itu dilaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif, kata Presiden.

Tugas para duta besar menjadi bertambah penting sekarang ini dan di masa2 mendatang untuk membangkitkan kekuatan moral di seluruh dunia, demikian Presiden.

Dubes untuk Turki

Duta besar Republik Indonesia untuk Turki, Mintareja pernah menjadi menteri sosial Ri tahun 1971-1978. Ialahir di Bogor 17 Pebruari 1921 dan kini mempunyai tujuh anak. Ia mencapai gelar sarjana hukum dari Fakultas Gajah Mada dan pernah belajar di Leiden dan Universitas Indonesia. Ia pernah menjadi direksi berbagai perusahaan dan Direktur Utama PN. Buana Karya, juga pernah menjadi penghubungan antar pemerintah MPR-DPR dan DPA tahun 1968-1971.

Dubes Barli Halim

Lahir di Bandung 14 Oktober 1926. Pernah menjabat Ketua BKPM. Pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Pembantu Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Anggota Dewan Komisaris PT. Semen Gersik, Anggota Kabinet Terbatas Bidang Ekuin, Anggota Badan Pengawas Otorita Pulau Batam dan pernah pula menjadi anggota Badan Pembina Pasar Modal. Ia juga pernah ikut berbagai misi Republik Indonesia ke luar negeri. Dubes RI untuk Perancis ini mempunyai bintang mahaputra utama (Ill) dan bintang satya lencana.

Dubes Janwar Marah Djani

Dubes Marah Djani inilahir di Bandung 1 Januari 1929.Jabatan terakhir Wakil sekretaris umum Sekretariat Nasional ASEAN. Ia pernah mengikuti pendidikan Akademi Dinas Luar Negeri, Fakultas Unhas dan kursus Atase Pers. Pernah ikut tentara pelajar Siliwangi, sekretaris pertama pada KBRI Beograd, Wakil kepala perwakilan Rl di KBRI Moskow dan tugas2 diplomat lain2nya.la mempunyai lima anak.

Husni Thamrin Pane

Ia lahir di Medan 17 Mei 1929.Pendidikan akademi dinas luar negeri, Harvard Uniyersity, Cambridge, mulai bertugas di Deplu 1956.Pernah bertugas di luar negeri sebagai diplomat; di Kuala Lumpur, Washington dan New Delhi. Jabatan terakhir direktur urusan Amerika. Ia mempunyai isteri dan empat anak.

Dubes untuk Tunisia

Ia lahir di Perlak (Aceh Timur) 14Nopember 1925. Pendidikan SMT bagian B dan pendidikan dasar kemiliteran dan khusus sandi. Pernah bertugas di berbagai pos KBRI di luar negeri.la mempunyai seorang puteri yang telah menjadi sarjana muda ekonomi Universitas Indonesia. (DTS)

Jakarta, Antara.

Sumber: ANTARA (08/11/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 646-648.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.