PRESIDEN SOEHARTO RESMIKAN PEMBUKAAN MTQ NASIONAL IX

PRESIDEN SOEHARTO RESMIKAN PEMBUKAAN MTQ NASIONAL IX [1]

 

Samarinda, Antara

Presiden Soeharto, Rabu, dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim” telah meresmikan dibukanya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-IX di Samarinda, setelah dalam amanatnya menyatakan harapan diselenggarakannya MTQ Nasional itu akan lebih meningkatkan partisipasi rakyat dalam pembangunan serta lebih meningkatkan kegairahan beragama.

Kepala negara meresmikan pembukaan MTQ Nasional IX itu dengan menekan pula sebuah tombol yang menyalakan lampu2 beraneka warna yang menggambarkan sebuah mesjid dalam bentuk arsitektur yang indah.

Pembukaan itu disusul dengan dentuman meriam Sembilan kali disertai suara adzan yang menimbulkan suasana khidmat. Selanjutnya berlangsung upacara penaikan bendera MTQ Nasional di depan panggung utama dengan disaksikan oleh kepala negara dan menteri2 serta segenap hadirin dalam suasana hening-khidmat.

Upacara pembukaan MTQ Nasional tsb., yang berlangsung di stadion/Samarinda, dihadiri pula oleh Ibu Negara, Ny. Tien Soeharto, sejumlah menteri Kabinet Pembangunan, para gubernur dari daerah2 propinsi, duta besar2 dari berbagai negara Islam serta pejabat2 tinggi militer maupun sipil Rl.

MTQ tingkat nasional itu diikuti oleh qari2 dan qariah2 terbaik dari 26 propinsi di seluruh Indonesia. Timor-Timur yang baru saja bergabung ke dalam Negara Kesatuan RI dan propinsi ke-27 tidak mengirimkan peserta.

Sejumlah 189 orang qari dan qariah akan ikut serta MTQ tsb. untuk golongan tingkat anak2, remaja putera dan puteri golongan tingkat dewasa pria dan wanita, dan golongan tuna netra

Untuk memberikan penilaian disiapkan sebuah dewan hakim yang beranggotakan 21 orang, sedang dalam rangka penyelenggaraan MTQ tsb. dikerahkan 161 orang officials.

Sebelum dilangsungkannya upacara pembukaan, Rabu siang diadakan pawai yang diikuti oleh kontingen2 dari ke-26 propinsi2 yang mengenakan pakaian2 daerah beraneka ragam, rombongan official, barisan2 pemuda-pemudi setempat, dll.

MTQ Nasional IX itu akan berlangsung dari tanggal 28 Juli hingga 4 Agustus yad.

Amanat Presiden

Presiden Soeharto dalam amanatnya antara lain mengatakan bahwa di tengah2 masyarakat bangsa Indonesia yang sedang membangun maka diselenggarakan MTQ Nasional adalah sesuai dengan Garis2 Besar Haluan negara yang menghendaki dibangunnya suatu masyarakat yang sejahtera lahir dan bathin.

Kepala Negara menyerukan agar melalui MTQ itu diresapi maksud dan makna isi Al Qur’an serta diamalkan tujuan ajaran2 yang terkandung dalam kitab suci tsb.

Diharapkannya pula MTQ itu akan mendorong semakin meningkatnya partisipasi rakyat dalam pembangunan serta meningkatkan kegairahan beragama. “Pembangunan lewat Pelita I telah selesai dan hasil2nya telah dirasakan oleh rakyat dan dalam tahun2 Pelita II rakyat diharapkan akan mengambil bagian lebih banyak lagi. Pembangunan hams berjalan terus dan kita bertekad untuk terus melaksanakannya”, demikian Presiden.

Akhirnya kepala negara menegaskan pula harapannya, bahwa MTQ Nasional itu akan dapat pula menggalang persatuan dan kesatuan dalam pembangunan nusa dan bangsa.

Menteri agama dalam sambutannya antara lain menyerukan kepada para qari dan qariah peserta MTQ tsb. Agar keikutsertaan mereka disertai niat yang ikhlas.

“Hendaknya diresapi bahwa baca Al Qur’an adalah karena Allah, bukan karena tujuan lain, bukan untuk mendapatkan piala atau pun hadiah”, demikian Menteri. (DTS)

Sumber: ANTARA (29/07/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 180-181.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.