PRESIDEN SOEHARTO RESMIKAN JALAN JAYAPURA – GENYEM

PRESIDEN SOEHARTO RESMIKAN JALAN JAYAPURA – GENYEM [1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto, hari Rabu, meresmikan jalan Genyem, Irian Jaya, sepanjang 35 Km.

Keterangan dari Departemen PUTL hari Rabu menjelaskan, pembangunan jalan itu merupakan salah satu usaha pemerintah untuk membuka daerah2 di Irian Jaya yang selama ini juga langka jalan darat sehingga hubungan sukar, atau dengan menggunakan sarana hubungan udara atau air.

Pada tanggal 2 Juli 1974 Menteri PUTL Prof. Sutami pernah berkunjung ke daerah Kabupaten Jayapura, dimana Menteri antara lain sempat jalan kaki sepanjang kl. 9 km meninjau jalan Genyem-Warombai.

Sesudah itu menteri Sutami langsung instruksikan Dirjen Bina Marga dalam peta situasi sebagai berikut :

“Supaya jalan ini di up grade menjadi kelas III karena akan menghubungkan daerah belakang Genyem dengan Jayapura.”

Sebelum adanya jalan yang diresmikan Presiden hari Rabu ini, jarak itu ditempuh dengan cara “darat-air-darat”, dimana di samping melalui jalan darat yang sudah ada harus pula naik kapal di Danau Sentani.

Kapal itu berlayar menurut jadwal saja sehingga tidak bisa dimanfaatkan se-waktu2.

Hubungan cara ”darat-air-darat” semacam itu kurang memperlancar perhubungan dibandingkan dengan adanya jalan darat yang baru.

Pembangunan Wilayah

Genyem yang terletak dalam daerah kabupaten Jayapura dipersiapkan pula sebagai daerah transmigrasi yang akan menampung 1200 KK.

Gubernur Irian Jaya Sutran mengatakan, di daerahnya perlu diciptakan prasarana2 yang dapat dikembangkan mendorong lajunya pembangunan di berbagai bidang, misalnya prasarana2 jalan2 tembus dan angkutan lainnya.

Dengan adanya jalan produksi pertanian misalnya dapat disalurkan ke pasaran, ini berarti penduduk dapat dirangsang untuk bertani, roda pemerintahan dapat berputar lebih lancar.

Dengan adanya prasarana2 maka antara satu daerah dengan daerah lain dapat pula saling berhubungan, bantu-membantu, sehingga daerah2 itu secara ekonomis lebih baik.

Sutran mengatakan, konsep pembangunan wilayah sebagai satu unit seperti yang dilakukan di Irian Jaya adalah bersamaan betul dengan “Ilmu Wilayah” yang kini dikembangkan Departemen PUTL.

Menteri PUTL Prof. Sutami memilih thema “Ilmu Wilayah” dalam pidato pengukuhan sebagai Guru Besar Universitas Indonesia akhir tahun 1976 yang lalu. (DTS)

Sumber: ANTARA (07/12/1977)

 

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 575-576.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.