PRESIDEN SOEHARTO PUJI SUMBANGAN BESAR IRRI

PRESIDEN SOEHARTO PUJI SUMBANGAN BESAR IRRI[1]

 

Jakarta, Antara

Lembaga Penelitian Padi Internasional (IRRI) mendapat pujian dari Presiden Soeharto karena telah memberikan bantuan yang amat berarti kepada Indonesia di bidang pertanian.

Dalam siaran pers nya yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa, IRRI yang berpusat di Manila, Filipina, menyebutkan pujian itu diberikan Presiden karena lembaga tersebut memberikan varitas padi yang tahan hama pada tahun 1970-an, saat Indonesia mengalami kekurangan pangan, karena sawah diserang hama wereng coklat.

Pujian itu disampaikan Presiden Soeharto pada satu pertemuan Consultative Group on Internasional Agricultural Research (CGIAR) di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Indonesia terlepas dari bencana itu karena IRRI memasok varitas padi tahan hama.” kata Presiden.

Lembaga itu memproduksi varitas-varitas bibit unggul, yang meningkatkan produksi padi dan teknologi paska panen, membantu menyebarkan penanganan hama terpadu serta mengembangkan peralatan pertanian.

Pada pertemuan itu juga, Presiden mengimbau para peneliti bidang pertanian agar bekerja sama mencari cara untuk memenuhi permintaan yang makin meningkat terhadap berbagai produk pertanian dan kehutanan.

Presiden juga mengimbau pusat-pusat pertanian agar melakukan penelitian yang lebih efektif dan efisien melalui kerja sama baik di tingkat nasional maupun internasional.

IRRI merupakan sebuah pusat penelitian dan pelatihan internasional nonprofit di bidang pertanian yang melakukan penelitian tentang padi dan kaitannya serta menaruh perhatian dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan produksi beras dunia.

IRRI didukung oleh CGIAR, asosiasi lembaga donor pemerintah dan swasta yang mendanai 16 pusat penelitian pertanian internasional.

Sumber : ANTARA (30/07/1996)

________________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 370.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.