PRESIDEN SOEHARTO – PM VAN AGT

PRESIDEN SOEHARTO – PM VAN AGT

Presiden Soeharto, pagi ini, di Istana Merdeka, mulai pukul 10.00 WIB akan mengadakan pembicaraan resmi dengan Perdana Menteri Belanda Andries Van Agt.

Sebelumnya, tamu negara ini akan meletakkan karangan bunga di Makam Pahlawan Kalibata serta berziarah ke pemakaman para anggota tentara Belanda dan Sekutu di Menteng Pulo.

Perdana Menteri Van Agt dan Nyonya, Senin Petang kemarin, secara resmi mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden dan Nyonya Tien Soeharto di Istana Merdeka. Ramah-tamah berlangsung di "Ruang Jepara".

Presiden Soeharto biasa menerima para tamunya. Mendampingi Kepala Negara dan Nyonya adalah Menteri Sekretaris Negara, Sudharmono SH dan Menteri Luar Negeri Mochtar Kusumaatmadja. Masing-masing beserta nyonya. Sedangkan PM Van Agt didampingi Menlunya, Chris van der Klaauw dan nyonya.

PM Van Agt dan rombongan tiba di Istana Merdeka pukul 18.00 WIB petang, dari lapangan terbang internasional Halim Perdanakusuma, dimana ia disambut dengan upacara kenegaraan.

Di tangga Istana Merdeka, PM Van Agt dan Presiden Soeharto yang mendampinginya semobil dari bandar-udara Halim Perdanakusuma, disambut oleh Kepala Rumah Tangga Presiden dan Nyonya Sampurno.

Sebelum diadakan ramah-tamah di ”Ruang Jepara". PM Van Agt terlebih dahulu memperkenalkan anggota rombongannya kepada Presiden dan Nyonya Tien Soeharto. Setelah acara ramah-tamah, Kepala Negara dan Nyonya kemudian mengantarkan tamunya ke Wisma Negara dimana mereka akan menginap.

Ahhh…. Besar Sekali

Dari Wisma Negara, PM Van Agt dan Nyonya disertai Menlu Chris van der Klaauw pukul 18.00 mengadakan kunjungan kehormatan pada Wakil Presiden dan Nyonya Adam Malik yang didampingi Menlu Mochtar Kusumaatmadja dan Nyonya.

Ramah-tamah yang diadakan di kediaman Wapres jalan Diponegoro tersebut berlangsung sekitar setengah jam dan diakhiri dengan tukar-menukar kenangan.

"Ahhh…. besar sekali! Dari ukurannya saja…, pasti menarik sekali," kata PM Van Agt ketika menerima tanda-mata dari Wapres Adam Malik. Sebuah lukisan "lomba perkutut” berwarna coklat berbingkai putih kekuning-kuningan yang dibeli di Pasar Seni,Ancol.

Upacara Kenegaraan

PM VanAgt dan Nyonya beserta rombongan yang berjumlah sekitar 40 orang tiba di Jakaarta, Senin sore kemarin. Tepat jam 17.00 WIB, pesawat khusus Fokker-28 yang membawa rombongan tamu negara menyentuh landasan bandarudara Halim Perdanakusuma.

Sementara itu, Presiden RI dan Ny. Tien Soeharto menanti PM Belanda dan Nyonya dekat tempat akan berhentinya pesawat. Presiden Soeharto mengenakan jas warna gelap dan Ny. Tien Soeharto mengenakan sarung kebaya berwama coklat dan coklat muda.

Ketika pintu pesawat dibuka, Direktur Jendral Protokol pada Departemen Luar negeri Joop Ave menaiki tangga pesawat kemudian masuk ke dalamnya, menjemput tamu negara itu. Tak lama kemudian Joop Ave keluar dari pesawat disusul dengan PM serta Ny. Van Agt.

Di tangga pesawat sudah menunggu Presiden dan Ny. Tien Soeharto, yang langsung menyambut tamunya itu. Pada PM Van Agt kemudian dikalungkan bunga anggrek. Sedang Ny. Van Agt menerima seikat kembang (bouque) yang disampaikan oleh seorang anak puteri.

Presiden kemudian memperkenalkan tamunya itu kepada pejabat yang menunggu dekat tangga pesawat seperti Menteri/Sekretaris Negara, Soedharmono, Duta besar RI untuk Kerajaan Belanda, Kosasih.

Kedua Kepala Pemerintahan itu lalu menuju mimbar kehormatan. Lagu kebangsaan kedua negarapun diperdengarkan oleh Korps musik ABRI. Selesai itu, PM Van Agt didampingi oleh Presiden Soeharto lalu memeriksa barisan kehormatan yang terdiri dari pasukan-pasukan ABRI.

Di "Halim Perdanakusuma" itu acara resmi diakhiri, ketika Presiden Soeharto menyertai tamunya itu janji diperkenalkan kepada para anggota Kabinet Pembangunan, pimpinan lembaga-lembaga negara, para kepala staf AD, AU, ALdan Kapolri serta anggota-anggota korps diplomatik di Ibukota dan masyarakat Belanda.

PM Van Agt yang mengenakan stelan jas keabu-abuan disertai isterinya yang mengenakan gaun berlengan panjang dengan warna dasar putih serta berkembang­kembang dan bergaris-garis warna biru.

Dalam perjalanan dari lapangan terbang ke Wisma Negara dimana tamu itu menginap, PM Belanda itu duduk semobil dengan Presiden Soeharto, sementara Ny. Tien Soeharto duduk di mobil berikutnya bersamanya. Ny. Van Agt. Sambutan masyarakat kelihatan cukup hangat yang berdiri di sepanjang jalan yang dilalui rombongan (DTS)

Jakarta, Kompas

Sumber: KOMPAS (15/04/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 565-567.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.