PRESIDEN SOEHARTO : PIMPINAN OLAHRAGA AGAR MAWAS DIRI

PRESIDEN SOEHARTO : PIMPINAN OLAHRAGA AGAR MAWAS DIRI

 

 

Jakarta, Pelita

PRESIDEN SOEHARTO meminta para pimpinan dan pembina ganisasi olahraga agar mawas diri terhadap prestasi atletnya,

sehingga jangan memaksa kehendak untuk terjun ke kejuaraan olahraga besar seperti Asian Games, serta jangan lalai melakukan pembinaan bagi atlet muda berbakat untuk penerus generasi pendahulunya.

Harapan itu dikemukakan Kepala Negara ketika menerima Ketua Umum KONI Pusat Surono serta Ketua Bidang Pembinaan Luar Negeri Bob Hasan di Bina Graha, Sabtu, yang melaporkan persiapan pengiriman Kontingen Indonesia ke Asian Games XI yang akan berlangsung bulan September-Oktober di Beijing, Cina.

“Asian Games bukanlah kegiatan hura-hura, melainkan memburu prestasi demi nama bangsa dan negara, karena itu cabang-cabang olahraga yang atletnya sulit berprestasi jangan memaksa diri untuk berangkat ke Beijing,”kata Surono mengutip pemyataan Kepala Negara.

Berbicara kepada wartawan seusai diterima Presiden, Surono mengemukakan,pengiriman jumlah kontingen Indonesia ke Beijing baik jumlah atlet maupun cabang olahraga,baru akan ditetapkan akhir bulan ini. Namun dijelaskan, pada Juni lalu, KONI telah mendaftarkan 16 cabang olahraga pada pesta olahraga Asia itu.

Selanjutnya Surono mengakui, bahwa semula memang ada cabang olahraga yang punya kesan memaksa diri untuk berangkat ke Beijing, namun ada juga yang sadar kemudian menarik diri. Surono memberi contoh tim sepak bola baru akan dikirim jika menjuarai Piala Kemerdekaan yang diselenggarakan Agustus ini di Jakarta. Sedangkan softbol yang semula ikut didaftarkan akhimya mengundurkan diri, karena pengurusnya sadar bahwa prestasinya tak memadai.

Ketika berbicara tentang target, Surono mengatakan, Indonesia harus berhasil meningkatkan posisi dari urutan kesembilan yang dicapai padaAsian Games X, empat tahun lalu di Seoul, Korea Selatan, kendati diakui bahwa target tersebut sangat berat untuk diraih. “Sulit bagi Indonesia untuk berada pada posisi enam besar, karena di sana berada Cina, Korsel, Jepang, Korut, Taiwan serta India, “ujar Surono.

 

Musornas

Kepada Kepala Negara dilaporkan juga mengenai Musomas yang akan diselenggarakan Nopember mendatang. Menurut Surono, dewasa ini sudah saatnya ada pemilihan pengurus KONI Pusat yang baru serta menyusun program kerjanya.

“Diharapkan Musomas itu bisa dibuka Presiden. Demikian juga menjelang keberangkatan keAsian Games Beijing , diharapkan Presiden bisa menerima para atlet,” tambahnya.

Kepada wartawan, Bob Hasan juga mengungk apkan kesediaan Indonesia untuk sementara menjadi Kantor Pusat Olympic Council Asia karena presidennya Seikh Fahdal Sabah dari Kuwait meninggal dunia belum lama ini.

Bob Hasan selaku Wakil Presiden Olympic Council Asia menyatakan, atas meninggalnya pejabat tersebut ia telah mengirimkan surat-surat ke negara anggota lainnya mengenai kesediaan Indonesia menjadi kantor pusat sementara.

Ditanya mengenai ada kesan penyelenggaraan marathon 10 kilometer (10 K) seperti di Bali yang menjadi sepi setelah ditinggalkan oleh Bob Hasan, ia menyatakan bahwa selama ini keberadaanya dalam lomba lari marathon itu hanya bersifat pembinaan. “Masih banyak propinsi-propinsi lain yang memerlukan pembinaan, sehinnga bisa mandiri, “ujarnya. (SA)

 

 

Sumber :PELITA (06/08/ 1990)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XII (1990), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 395-397.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.