Presiden Soeharto: PERUSAHAAN BESAR DAN PROYEK VITAL AGAR LIBATKAN MASYARAKAT SETEMPAT

Presiden Soeharto: PERUSAHAAN BESAR DAN PROYEK VITAL AGAR LIBATKAN MASYARAKAT SETEMPAT

 

 

Lhokseumawe, Pelita

Presiden Soeharto mengharapkan perusahaan serta proyek­proyek-vital di Lhokseumawe-Aceh Utara lebih mengikut sertakan masyarakat setempat melalui program terkait yang saling menguntungkan dan berlanjut, dalam upaya, mengembangkan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Harapan Kepala Negara itu disampaikan oleh Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan (Sesdalopbang) Solichin G.P dalam pertemuan dengan para pimpinan perusahaan besar serta proyek vital di Lhokseumawe, Kamis (8/11) malam.

Pertemuan yang berlangsung hingga tengah malam itu dihadiri oleh Gubernur Aceh Ibrahim Hasan, Bupati Aceh Utara Ramli Ridwan, pimpinan PT. Arun NGL Co, PT. Pupuk Iskandar Muda, PT. Mobil

Oil Indonesia, PT. Pupuk ASEAN Indonesia, PT. Kertas Kraft Aceh dan pejabat terkait lainnya.

Solichin ditugaskan oleh Kepala Negara untuk mencari bentuk ideal keikutsertaan perusahaan besar dan proyek-proyek vital dalam mengembangkan ekonomi daerah sekitamya. Ia menilai, para investor di daerah-daerah umumnya masih belum terkait langsung dengan kegiatan ekonomi masyarakat sekitarnya.

Sebagai contoh ia mengatakan, kegiatan atau keperluan investor besar dilakukan melalui kontraktor atau pemasok yang didatangkan dari luar daerah. Padahal, katanya, perusahaan besar punya kewajiban ikut merangsang perkembangan ekonomi daerah tempat ia beroperasi. “Jadi segala keperluan perusahaan besar hendaknya diupayakan dipasok oleh daerah setempat dalam suatu pola kerjasama yang saling menguntungkan,” katanya.

Hal tersebut, menurut Solichin jangan dianggap sebagai kegiatan sosial namun justru dijadikan landasan hubungan bisnis antara masyarakat sekitar dengan investor besar yang harus dikembangkan semaksimal mungkin.

 

Pola Kerjasama

Sesdalopbang menunjuk kasus PT. Pupuk Kalimantan Timur sebagai salah satu contoh perusahaan besar yang mempunyai pola kerjasama saling menguntungkan dengan masyarakat sekitarnya dalam upaya memenuhi segala keperluannya sekaligus untuk mengembangkan ekonomi daerah.

“Terbukti cara yang ditempuh PT. Pupuk Kaltim menguntungkan secara komersial bagi perusahaan itu dan masyarakat sekitamya,” kata Solichin.

Ditanya penilaiannya tentang perusahaan-perusahaan raksasa di Lhokseumawe, Solichin mengatakan, secara umum mereka belum menghayati kewajiban untuk turut memacu perekonomian masyarakat sekitarnya. Namun dengan pertemuan yang telah diadakan, disepakati Bupati Aceh Utara akan menjadi koordinator rencana perusahaan­perusahaan di Lhokseumawe untuk turut mengembangkan ekonomi masyarakat.

“Saya berharap, pelaksanaan pengembangan ekonomi masyarakat melalui proyek industri skala besar, menengah dan kecil akan menjadi percontohan,” tuturnya.

 

 

Sumber : PELITA (10/11/1990)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XII (1990), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 318-320.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.