PRESIDEN SOEHARTO: PERGOLAKAN2 DI INDOCINA BERPENGARUH TERHADAP ASEAN

PRESIDEN SOEHARTO: PERGOLAKAN2 DI INDOCINA BERPENGARUH TERHADAP ASEAN

Presiden Soeharto yakin kawasan Asia Tenggara akan mengalami akibat-akibat lebih buruk dari yang sekarang karena pergolakan di Indocina apabila organisasi ASEAN tidak ada.

Hal itu dikatakan dalam pidato balasan pada acara penyerahan surat-surat kepercayaan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Kerajaan Malaysia untuk Indonesia yang baru Tan Sri Datok Mahmood bin Muhammad Yunus menggantikan Datok Hasyim bin Sulthan yang akan menjalani masa pensiun.

Dikatakan, walaupun ASEAN telah dibentuk namun tidak dapat segera menikmati perdamaian dan ketenangan. Pergolakan demi pergolakan temyata susul menyusul terjadi dengan sangat cepat.

Walaupun ASEAN tidak ingin mencampuri urusan dalam negeri negara lain, tambah Kepala Negara, namun pergolakan yang tidak putus-putusnya di negara­ negara lain yang berdekatan dengan kita tentu ada pengaruhnya terhadap kita (ASEAN).

"Sebagian dari akibat pergolakan itu telah kita rasakan, dan kita dipaksa oleh keadaan untuk ikut memikul beban", kata Kepala Negara.

Menurut Presiden, ASEAN wajib bersyukur karena organisasi kawasan ini telah terbentuk dan semakin kuat. Seandainya ASEAN tidak ada, keruwetan di wilayah ini pasti akan bertambah rumit dan bukan tidak mungkin menyeret dunia dalam kesulitan yang lebih besar", ujar Presiden Soeharto.

Ditambahkan, pengalaman selama ini menambah keyakinan akan pentingnya usaha memperkokoh ASEAN demi keselamatan dan kemajuan Asia khususnya dan dunia pada umumnya.

Pada awal pidatonya Kepala Negara juga telah mengingatkan hal penting ASEAN dalam kerja sama ekonomi adalah salah satu masalah penting dari kemajuan dan ketjasama negara anggota.

Sementara itu Dubes Muhammad Yunus dalam pidato penyerahannya menegaskan, Malaysia sebagai jiran yang paling dekat dengan Indonesia selalu memperhatikan dengan penuh perhatian kemajuan-kemajuan yang dicapai Indonesia dalam melaksanakan pembangunannya. (DTS)

Jakarta, Angkatan Bersenjata

Sumber: ANGKATAN BERSENJATA (22/01/1979)

Dikutipsesuaitulisandanejaanaslinyadaribuku "Presiden RI Ke II JenderalBesar HM SoehartodalamBerita", BukuV (1979-1980), Jakarta: AntaraPustakaUtama, 2008, hal. 11-12.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.