PRESIDEN SOEHARTO : PEMBICARAAN DENGAN PM CHAVALIT AKAN PERDALAM SALING PENGERTIAN

PRESIDEN SOEHARTO : PEMBICARAAN DENGAN PM CHAVALIT AKAN PERDALAM SALING PENGERTIAN[1]

 

Jakarta, Suara Pembaharuan

Presiden Soeharto mengharapkan pembicaraan nya dengan PM Thailand Chavalit Yongchaiyudh pagi ini (Jumat 3/1), selain akan memperdalam saling pengertian, juga akan memberi manfaat bagi rakyat Indonesia dan Thailand,

“Besok pagi, kita berdua dan pejabat-pejabat kita akan mempunyai kesempatan untuk tukar pikiran secara lebih mendalam mengenai usaha-usaha memperluas dan meningkatkan kerja sama antara kedua bangsa dan negara kita.” kata Kepala Negara pada jamuan makan malam resmi menghormati PM Thailand dan Ny. Khunying Phankrua Yongchaiyudh di Istana Negara Jakarta, Kamis (2/l) malam.

Jamuan makan malam resmi itu juga dihadiri Wakil Presiden dan Ny. Try Sutrisno, para pejabat tinggi dan tertinggi negara, Menteri Kabinet Pembangunan VI, para pejabat yang menyertai kunjungan PM Thailand dan Duta Besar negara sahabat. Mulai pukul 09.00 WIB pagi ini (3/1), Presiden Soeharto dan PM Thailand mengadakan pembicaraan empat mata di Istana Merdeka Jakarta. Pembicaraan akan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.30 WIB. Di tempat terpisah, para menteri kedua negara juga mengadakan pembicaraan menyangkut bidang politik dan ekonomi. PM Thailand dan Nyonya Khunying Phankrua Yongchaiyudh beserta rombongan tiba di Indonesia hari Kamis (2/1) untuk mengadakan kunjungan resmi hingga Jumat (3/1). Indonesia merupakan negara pertama yang dikunjungi PM Thailand yang baru dalam lawatan pertama ke luar negeri setelah terpilih menjadi PM baru-baru ini. Dalam sambutannya Presiden Soeharto mengatakan kedua negara, Indonesia dan Thailand, perlu meningkatkan kerja sama, khususnya dibidang ekonomi, perdagangan dan kerja sama teknik.

“Kita mempunyai potensi untuk mengembangkan kerja sama bilateral yang saling bermanfaat bagi kedua rakyat kita.”

Baik dan Lancar

“Disamping itu, kita perlu meningkatkan kerjasama sub regional ASEAN guna mempercepat pengembangan wilayah-wilayah kita yang saling berdekatan. Sektor perlu kita dorong untuk mengambil peran yang makin besar, dalam mewujudkan kemakmuran didaerah ini dan bagi rakyat kita.” kata Kepala Negara.

Dikatakan, hubungan antara kedua bangsa dibidang politik maupun dibidang ekonomi berlangsung baik dan lancar. Di berbagai bidang kedua negara saling memberi dukungan di forum Internasional. Begitu pula dalam hubungan bilateral kedua negara saling mengadakan konsultasi.

“Dibidang ekonomi kerjasama kita telah menunjukkan perkembangan yang meningkat, baik di sektor perdagangan maupun investasi. Dewasa ini tercatat 26 perusahaan Thailand yang menanamkan modalnya di Indonesia, sementara di Thailand, perusahaan Indonesia yang menanamkan modalnya.”

Manfaat ASEAN

Presiden Soeharto juga menyatakan gembira bahwa ASEAN, yang didirikan 30 tahun yang lalu, telah menunjukkan yang besar dalam membina hubungan antara bangsa-bangsa di Asia Tenggara, memanfaatkan stabilitas serta mendorong kemajuan selain di kawasan ini. Sesuai dengan KTT ASEAN yang berlangsung di Bangkok bulan Desember 1995, ini telah menyelenggarakan KIT Indonesia pertama ASEAN.

“Ada beberapa hal dalam pertemuan tersebut seperti ASEAN yang mencakup sepuluh Traktat Kawasan Bebas Senjata di Asia Tenggara dan pentingnya dengan ASEAN-Uni Eropa.”

Prestasi ASEAN yang membanggakan telah memperteguh tekad kita bersama untuk memperkuat kerjasama di berbagai bidang dalam upaya meningkatkan perdamaian stabilitas dan kemakmuran di Asia Tenggara. ASEAN telah menjadi wahana tumbuh kerangka kerjasama anggota-anggota kata Kepala Negara.

“Kami merasa berbesar hati, bahwa ASEAN menduduki tempat yang penting bagi kebijakan politik luar negeri Thailand. Sebagaimana halnya dengan Thailand, Indonesia juga memandang ASEAN sebagai salah satu pilar bagi pelaksanaan politik luar negeri kami. Meskipun demikian, kita perlu terus meningkatkan kerja sama diantara kita, karena masih banyak tugas yang harus kita selesaikan dalam usaha mencapai tujuan ASEAN.” tambah Kepala Negara.

Sumber : SUARA PEMBARUAN (3/1/1997)

_______________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 17-18.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.