PRESIDEN SOEHARTO PANEN COKLAT DI KOLAKA SULTRA

PRESIDEN SOEHARTO PANEN COKLAT DI KOLAKA SULTRA

 

Tosiba, Kendari, Antara

Presiden Soeharto, Minggu pagi melakukan peninjauan dan pemetikan coklat di perkebunan coklat rakyat desa Tosiba wilayah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dalam rangkaian kunjungan kerjanya selama dua hari di propinsi tersebut.

Kepala Negara tiba di perkebunan itu dengan helikopter seusai meninjau proyek pembudidayaan dan pengolahan udang di Desa Watubangga Kabupaten Kolaka, sekitar 264 km arah barat daya kota Kendari.

Sekitar seribu warga masyarakat menyambut kedatangan Presiden di Desa Tosiba, sekitar 110 km barat kota Kendari. Dari lokasi pendaratan heli, Kepala Negara langsung menuju daerah perkebunan yang jaraknya kurang lebih setengah kilometer, dengan kendaraan bus.

Disaksikan sejumlah menteri, Pangab dan Gubernur Sultra Ir. H. Alala serta para petani coklat setempat, Kepala Negara melakukan pemetikan buah coklat pada tiga pohon sebelum menyaksikan usaha pengawetan coklat oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) perkebunan.

Pada peninjauan tersebut, Presiden Soeharto juga berdialog dengan para petani yang umumnya menyatakan senang berkebun coklat di desa itu karena hasilnya memuaskan.

Di Sultra, coklat termasuk diantara 11 jenis tanaman industri yang dikembangkan, bahkan hingga dengan tahun ini termasuk komoditi dalam klasifikasi pertumbuhan di atas lima persen sehingga pengembangannya dipacu bersama tanaman jenis jambu mete dan kapas.

Hingga tahun lalu, area coklat di Sultra luasnya mencapai 24.330 hektar dengan produksi total 5.524 ton, dan 17.337 hektar di antara areal tersebut berkembang pesat di Kabupaten Kolaka. Sebanyak lima puluh persen dari area di Kabupaten Kolaka itu terdapat di Desa Tosiba yang ditinjau Presiden.

Menurut catatan Departemen Pertanian, perkembangan perkebunan coklat rakyat di Sultra dewasa ini memang cukup pesat karena pada tahun 1979, area coklat di propinsi tersebut baru 1.342 hektar. Luas area coklat di Indonesia saat ini 122.543 hektar.

Menteri Pertanian Wardoyo seusai diterima Presiden di Jl. Cendana pekan lalu mengatakan, perkembangan pesat di Sultra itu berkat adanya gerakan-gerakan membagikan bibit coklat yang dipimpin sendiri oleh Gubernur Ir. H. Alala.

 

 

Sumber : ANTARA (28/08/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 568-569.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.