PRESIDEN SOEHARTO PADA PEMBUKAAN MUNAS KAGAMA TIGA HAL DIPEGANG TEGUH DALAM PENYIAPAN GBHN

PRESIDEN SOEHARTO PADA PEMBUKAAN MUNAS KAGAMA TIGA HAL DIPEGANG TEGUH DALAM PENYIAPAN GBHN

Presiden Soeharto dalam pidatonya pada pembukaan Musyawarah Nasional ke-4 Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) di Istana Negara, Kamis pagi, mengemukakan bahwa dalam rangka penyiapan sumbangan pikiran untuk GBHN yang akan datang ada tiga hal yang harus kita pegang teguh bersama.

Pertama GBHN itu harus merupakan kerangka besar pemikiran dan langkah maju yang akan ditempuh oleh bangsa dalam memantapkan pelaksanaan Pancasila dan UUD 45. Kedua, sebagai pola umum pembangunan dan haluan yang akan kita tempuh, maka GBHN yang akan datang itu harus menunjukkan kesinambungan dari GBHN yang mendahuluinya dengan segala kemajuan yang telah dicapai hingga sekarang.

Ketiga, sadar bahwa pola pembangunan apapun yang kita pilih akan selalu membawa serta akibat2 samping yang mungkin tidak kita inginkan, maka kita harus berani melakukan penyempurnaan yang diperlukan, untuk menjamin tetap terarahnya pembangunan masa depan Indonesia pada tujuan dan cita-cita kemerdekaan.

Konsep Dasar

Kepala Negara juga minta agar dalam memikirkan apa yang terbaik bagi bangsa Indonesia hendaknya dikembangkan berdasarkan pandangan hidup dan cita2 nasional kita sendiri ke arah Pancasila.

Kepala Negara mengatakan pemecahan persoalan manusia baru akan terasa memuaskan apabila pemecahannya didasarkan atas suatu konsep dasar yang dianggap baik, suatu konsep dasar kehidupan yang di cita2kan. "Bagi bangsa Indonesia, konsep dasar itu sudah jelas ialah kehidupan dan penghidupan yang berdasarkan Pancasila. Konsep dasar kehidupan suatu bangsa pada akhirnya merupakan masalah pilihan, merupakan keputusan suatu bangsa," kata Kepala Negara.

Presiden menekankan agar dalam memikirkan apa yang terbaik bagi bangsa kita, maka konsep2 politik, ekonomi, sosial-budaya, hukum, pertahanan keamanan kita hendaknya kita kembangkan berdasarkan Pancasila.

"Sebab memang nyatanya tidak ada satu model pembangunan pun yang barangkali dianggap berhasil untuk suatu bangsa, akan pasti berhasil bagi bangsa yang lain," katanya. Tentu saja, kita tidak ingin membuang begitu saja teori2 politik, ekonomi ataupun sosial yang datang dari luar dan terbukti berlaku universal.

Kepala Negara mengatakan ia percaya semua peserta menyadari kebenaran ilmu pengetahuan itu sendiri bersifat sementara, karena kebenaran ilmu pengetahuan tetap dibatasi oleh ruang dan waktu.

Hal lain yang perlu disadari ialah bagaimana pun juga ilmu pengetahuan selalu mengandung unsur subyektif setidak2nya karena ia hanya mendekati dan memecahkan suatu masalah dari sudutnya sendiri.

Dikatakan unsur subyektif ini perlu kita sadari jika membicarakan, masalah pembangunan suatu bangsa.

Dalam pembangunan Indonesia, maka manusia adalah pelaku dan tujuan pembangunan. Karena manusia itu sendiri serba dimensi, maka persoalan manusia betapapun sederhananya selalu mengandung segi2 yang serba dimensi tadi.

Karena itu pula pemecahan persoalan manusia juga harus didekati dari berbagai sudut. Persoalan manusia yang hanya diselesaikan dari satu sudut saja jelas tidak akan terselesaikan secara memuaskan, Presiden mengatakan.

Presiden minta kepada para peserta agar persoalan2 dasar yang ia kemukakan diperhatikan, termasuk oleh kalangan pemikir2 lainnya.

Presiden mengajak semua pihak untuk ikut memikirkan dan memberi sumbangan mengenai GBHN dan Repelita IV nanti.

"Perlu saya ingatkan kembali, bahwa jika selaku Presiden/Mandataris MPR saya nanti menyampai kan pertimbangan mengenai rancangan GBHN kepada MPR, maka hal itu sama sekali tidak berarti bahwa saya menggumi MPR," kata Kepala Negara.

Universitas Perjuangan

Pada awal pidatonya Presiden mengatakan Universitas Gajah Mada bukan hanya dikenal sebagai salah satu universitas terkemuka di tanah air ini, bukan pula hanya salah satu universitas yang lemah akan tenaga sarjana yg kini terjun di tengah2 bangsanya yang sedang membangun, melainkan Universitas Gajah Mada dicatat oleh sejarah kita sebagai "universitas perjuangan.

"Dalam laporannya sebelum pidato Presiden, Ketua Harian Pusat KAGAMA Prof. Dr.Ir.Johannes mengatakan KAGAMA memiliki 21.900 anggota lebih sarjana dan 5.000 anggota sarjana muda.

Dijelaskan, yang lulus dari Universitas Gajah Mada otomatis menjadi anggota KAGAMA. Organisasi ini bersifat non-politis dengan tujuan untuk terus menjaga hubungan baik dengan almamater.

Di antara sekitar 300 orang peserta tampak antara lain alumni yang kini memegang tampuk pimpinan bangsa seperti Menteri Perindustrian AR Suhud, Menteri Pertanian Prof. Sudarsono dan Menteri Muda Urs. Peranan Wanita Ny. Lasiyah Sutanto.

Munas akan dilangsungkan di Hotel Horison Jakarta dari tanggal 19 Februari sampai 21 Februari.

Sesudah acara pembukaan, Kamis siang dilanjutkan dengan Sidang Pleno Besar Munas dan seminar dengan pembicara Prof. Ir. Sudarsono Hadisaputra mengenai Pola Dasar Pembangunan Indonesia. Sedang sore hari akan disampaikan makalah Drs. Kapten Hadisu marta dengan topik "Arah kebijaksanaan ekonomi dan keuangan".

Makan Malam

Rabu malam, Menteri Pertanian Ir. Sudarsono menjamu makan malam para alumnus Universitas Gajah Mada di Hotel Horizon. Beberapa alumnus Gama yang dihubungi "SH" mengatakan, Munas IV KAGAMA tepat waktu maupun themanya.

Banyak pihak2 yang dengan Munas ini berkepentingan mendekati KAGAMA sebagai salah satu "pressure group" yang pernah berpengaruh pada masa lalu. Sebagai contoh, Gajah Mada pernah menyelenggarakan Seminar Pancasila tahun 1957 di Yogyakarta yang akhirnya mendorong pemerintah pada waktu itu untuk kembali pada UUD 1945.

Diharapkan dari Munas ini juga akan dihasilkan usul positif sebagai bahan penyusunan Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang akan datang. (DTS)

Jakarta, Sinar Harapan

Sumber : SINAR HARAPAN (19/02/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 589-591.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.