PRESIDEN SOEHARTO: NEGARA MAJU PUNYA KEPENTINGAN MEMBANTU NEGARA SEDANG MEMBANGUN

PRESIDEN SOEHARTO: NEGARA MAJU PUNYA KEPENTINGAN MEMBANTU NEGARA SEDANG MEMBANGUN

Presiden Soeharto menekankan di London, Rabu malam, bahwa negara maju mempunyai kepentingan dan tanggung-jawab membantu negara sedang membangun sebab semua bangsa di dunia sekarang ini saling membutuh-kan dalam ikatan yang semakin erat.

Presiden mengemukakan hal ini dalam pidato balasan pada jamuan malam yang diselenggarakan Walikota dan warga kota London di Guild House.

Jamuan malam ini merupakan salah satu dari serangkaian acara selama kunjungan kenegaraan Presiden Soeharto di Kerajaan Inggeris yang berlangsung dari 13sampai 16 Nopember.

Selain itu Kepala Negara menegaskan pula bahwa negara-negara maju mempunyai tanggung-jawab moral untuk membantu negara-negara yang sedang membangun sebab tingkat kemakmuran yang sekarang dinikmati masyarakat negara maju sedikit banyak berasal dari kekayaan alam dan cucuran keringat bangsa yang kini sedang membangun.

Tidak dapat dimungkiri bahwa kesulitan yang sekarang dihadapi negara-negara sedang membangun sebagian justru bersumber pada keadaan ekonomi dunia yang berada di luar pagar halaman ekonominya sendiri.

Oleh karena itu jawaban yang memuaskan dan masuk akal adalah membantu negara-negara sedang membangun agar dapat cepat berdiri sendiri dengan kekuatan sendiri serta mampu mengatasi persoalan mereka sendiri sehingga tumbuh menjadi bangsa yang kokoh.

Warisan Tata Hubungan Lama

Merupakan suatu hal yang layak dan adil apabila negara-negara yang sedang membangun menggerakkan semua usaha dan kemampuannya untuk memikul sendiri tanggung-jawab dan beban pembangunan masa depannya.

Tapi kendatipun segalanya sudah dikerahkan masalah yang dihadapi negara­negara sedang membangun belum juga teratasi karena besarnya masalah sosial ekonomi yang menjerat mereka, yang justru sebagian disebabkan warisan tata hubungan lama.

Presiden mengemukakan keharusan negara-negara sedang membangun memikul sendiri tanggung-jawab dan beban pembangunan masa depannya dengan latar belakang gerakan pembangunan dunia harus mempunyai tujuan yang jelas. Setiap bangsa harus dapat mencapai wujud masyarakat yang dicita-citakannya sendiri, yang dianggap baik baginya dan memberi kebahagiaan.

Dengan demikian semua bangsa akan dapat mengurus dirinya sendiri yang pada gilirannya dapat ikut bertanggung-jawab memikul panggilan tugas internasional yakni memantapkan perdamaian dunia abadi dan kemajuan bersama.

Kemajuan teknologi dan komunikasi, tuntutan kehidupan manusia yang makin tinggi, perkembangan ekonomi bangsa-bangsa dan ekonomi dunia telah mengantarkan dunia pada kecenderungan ke arah terbentuknya tata susunan ekonomi yang terpadu.

Pengalaman demi pengalaman menunjukkan dengan jelas bahwa dunia makin hari makin jauh memasuki zaman di mana kepentingan semua bangsa saling bertautan satu sama lain.

Keselamatan suatu bangsa acapkali merupakan unsur penentu bagi keselamatan bangsa lain, sebaliknya ketidak-selamatan sesuatu bangsa dapat menjadi sumber awal kesulitan bagi bangsa yang lain.

Inter relasi dan interaksi yang serupa berlaku pula dalam hubungan antar kawasan.

Bidang yang dijangkau juga makin luas dan rumit, baik politik, ekonomi maupun sosial budaya, bahkan juga bidang keamanan.

Ciri yang demikian itu makin disadari jika direnungkan segala keresahan dunia akhir-akhir ini yang disebabkan berbagai krisis dunia seperti krisis pangan, moneter, ekonomi dankrisis energi.

Kepala Negara menyatakan kegembiraannya karena merasa tidak hanya berada di tengah-tengah pemimpin dan wakil terkemuka dari kalangan dunia usaha dan perdagangan Inggeris, tapi juga di tengah-tengah mereka yang telah ikut membangun Kerajaan Inggeris Raya sehingga mencapai tingkat kemajuan dan kesejahteraan sekarang ini.

Karena itu Presiden menyatakan dalam memenuhi undangan Ratu Elizabeth ll ini di samping memperdalam persahabatan dan kerjasama antara kedua negara, juga berkeinginan untuk tidak melewatkan kesempatan untuk belajar dan mengambil pengalaman dari keberhasilan dan kemajuan Kerajaan Inggeris ini.

Latar belakang sejarah, wujud kehidupan masyarakat yang dicita-citakan, tantangan danjawaban terhadap persoalan masing-masing negara mungkin berbeda. Tapi dengan selalu bemsaha saling memahami pokok-pokok pendirian masing-masing, tentu dapat dicapai titik temu sehingga kedua negara dapat bekerjasama untuk kemanfaatan yang seimbang demi kelanjutan kemajuan masing-masing negara.

Perlukan Kerjasama Pihak Luar

Bangsa Indonesia sekarang ini juga sedang bergulat untuk membangun hari depannya. Baru dalam jangka waktu sepuluh tahun terakhir ini Indonesia melakukan pembangunan ekonomi dalam arti yang sebenarnya.

Tapi meskipun segalakemampuan sendiri sudah dikerahkan, Indonesia masih juga dibelenggu oleh keterbatasan modal, teknologi dan keterampilan. Oleh karena itu untuk memperlancar pelaksanaan pembangunan itu, pemerintah Indonesia memandang perlu bantuan dan kerjasama dengan pihak luar.

Presiden sebelumnya menguraikan secara panjang lebar tahap perkembangan Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 selama 20 tahun bangsa Indonesia disibukkan dan bergulat untuk mengkonsultasikan kemerdekaan. Lima tahun pertama harus berjuang mengangkat senjata mempertahankan kemerdekaan.

Baru sejak tahun 1966, bangsa Indonesia berkesempatan memulai suatu zaman baru, membangun Orde Baru yang bertujuan untuk memastikan perjalanan yang stabil dan dinamis menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Presiden juga menjelaskan tujuan pembangunan Indonesia dan prioritas utama diletakkan pada pembangunan ekonomi dari seluruh skala prioritas nasional karena hanya dengan pembangunan ekonomi ini kesejahteraan dan kemajuan dapat dinikmati sebagai isi kemerdekaan.

Juga dikemukakan bahwa pembangunan Indonesia bermutu pada trilogi pembangunan, pemerataan, pertumbuhan dan stabilitas. Disebutkan bahwa pemerataan sangat fundamental bagi bangsa Indonesia karena ini merupakan jalan untuk menstabilkan sosial.

Kepala Negara menjelaskan pula bahwa pembangunan di Indonesia sedang memasuki tahapan ketiga dari suatu rencana pembangunan jangka panjang. Pembangunan dalam Pelita III merupakan kelanjutan dan peningkatan dari tahap pembangunan sebelumnya.

Dalam melaksanakan pembangunan itu dikerahkan segala kekuatan ekonomi yang terdiri atas tiga soko guru, sektor negara, sektor swasta dan sektor koperasi.

Sumber Alam dan Manusia

Presiden mengatakan bahwa dalam usaha menghimpun dana untuk keperluan pembangunan itu, Pemerintah Indonesia bertekad untuk mengembangkan sumber2 alam yang dimiliki dan mengembangkan sumber daya manusia bangsa Indonesia yang sangat besar sehingga mampu meningkatkan produksi nasional secara optimal baik di bidang pertanian, industri, pertambangan dan jasa-jasa.

Di samping bantuan yang berasal dari pemerintah negara-negara maju, Indonesia juga menganggap bahwa masuknya modal swasta dapat mempercepat mengalirnya modal, teknologi dan keterampilan yang diperlukan.

Berdasarkan Undang-Undang PMA, rangsangan yang menarik diberikan untuk menjamin keuntungan yang wajar bagi penanam modal di Indonesia.

Khusus mengenai perluasan perdagangan, Presiden menganggap hal ini sangat penting karena ekspor bukan saja merupakan sumber devisa, tapi juga berarti perluasan kesempatan kerja dan perbaikan taraf hidup berjuta-juta orang yang menjadi dasar stabilitas sosial dan pertumbuhan selanjutnya.

Dengan mengemukakan bahwa di kawasan Asia Tenggara, di lingkungan ASEAN juga mempunyai peluang yang baik, Presiden rnengajak para penguasa lnggeris untuk bersama-sama bangsa Indonesia ikut dalam usaha pembangunan.

”Di sana di Indonesia, di wilayah yang luas, dengan 140 juta penduduk dan potensi alamnya, dengan segala vitalitas dan tekad bekerjanya, suatu bangsa sedang melaksanakan pembangunan besar-besaran”, demikian Presiden Soeharto. (DTS)

London, Antara

Sumber: ANTARA (15/11/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 220-223.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.