PRESIDEN SOEHARTO NAKHODA PHINISI NUSANTARA

PRESIDEN SOEHARTO NAKHODA PHINISI NUSANTARA

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto Sabtu siang melakukan pembicaraan langsung melalui telpon dengan nakhoda kapal layar motor “PHINISI NUSANTARA” yang telah sampai di Vancouver, Kanada, Jumat. Dalam kesempatan itu Presiden menyatakan selamat kepada semua awak kapal layar tradisionil itu setelah mengarungi Samudera Pasifik dalam pelayaran dari Indonesia ke Kanada untuk menghadiri Expo 1986 di kota Vancouver.

Kepada nakhoda Gita Ardjakusumah, Presiden menyatakan penghargaan dan rasa bangga seluruh bangsa Indonesia atas keberhasilan pelayaran yang bersejarah itu. “Ini akan membawa kebanggaan tidak kecil bagi bangsa dan negara Indonesia”.

Demikian Presiden. “Bagaimana kesan selama pelayaran ?”, tanya Presiden. “Kami di sini menyatukan diri dengan alam sehingga terasa lebih ringan, meskipun kami berlayar dalam musim yang tidak menguntungkan”, jawab nakhoda Gita Ardjakusumah.

Dengan berhasilnya pelayaran perahu khas Bugis itu, Presiden Soeharto menyatakannya sebagai suatu bukti bahwa alat transportasi tradisional bangsa Indonesia itu ternyata masih dapat bertahan dalam zaman modern sekarang.

Pembicaraan Presiden dengan nakhoda “PHINISI NUSANTARA” itu berlangsung di ruang kerja Presiden di gedung utama Setneg Jakarta, setelah selesai sidang Kabinet Paripuma.

Hadir pada kesempatan  itu Menteri/Ketua Bappenas Sumarlin, Menteri Koperasi/Kepala Bulog Bustamil Arifin serta para wartawan yang sehari-hari meliput kegiatan Presiden.

Sebelum berbicara dengan Gita, Presiden berbicara dengan Menaker Sudomo yang juga sedang di Vancouver untuk menyambut “PHINISI NUSANTARA”. Sudomo, pelindung usaha pembuatan kapal layar tradisional Phinisi itu juga telah tiba di pulau Vancouver, sekitar 75 mil dari pelabuhan tujuan didekat dilangsungkannya Expo 1986.

Sumber: ANTARA (13/09/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 809

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.