PRESIDEN SOEHARTO MINTA KABULOG BELl PADI PETANI SECARA INTENSIF

PRESIDEN SOEHARTO MINTA KABULOG BELl PADI PETANI SECARA INTENSIF

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto minta kepada Kepala Badan Urusan Logistik (Kabulog) Bustanil Arifin agar segera mempersiapkan pengadaan beras untuk stok nasional melalui pembelian padi petani secara intensif sejak awal panen mendatang.

Bustanil, yang dipanggil Presiden di Bina Graha Jakarta, Selasa, mengatakan kepada wartawan bahwa stok beras pada gudang-gudang Bulog sekarang ini cukup yaitu sekitar 980.000 ton.

Presiden menganjurkan supaya pengadaan beras itu dilakukan mulai Januari mendatang agar stok pada akhir Maret nanti bisa lebih besar dari yang diperkirakan.

Kabulog yang juga menjabat Menteri Koperasi memperkirakan pada akhir Maret nanti stok lama berjumlah sekitar 750.000 ton dan stok pembelian baru diharapkan mencapai 700-800 ribu ton. “ltu cukup untuk stok nasional tahun depan,” ujarnya.

Kabulog juga melaporkan akan datang bantuan pangan dari Amerika Serikat melalui program PL-480 yang akan dapat memperkuat stok beras nasional. Bantuan itu berjumlah 100-140 ribu ton.

Kepada wartawan Bustanil mengungkapkan pula rencana kedatangan pejabat­pejabat urusan logistik Filipina untuk membicarakan pengembalian pinjaman beras kepada Indonesia. Sisa yang harus dikembalikan Filipina berjumlah kurang lebih 50.000 ton, kata Kabulog.

Sementara itu pinjaman beras Indonesia oleh Vietnam sekarang tinggal 220.000 ton dari total pinjaman 300.000 ton yang diberikan tiga-empat tahun yang lalu.

Bustanil menjelaskan, bagi pengembalian pinjaman oleh Vietnam itu sudah ada perjanjian segitiga antara Bulog Indonesia dengan Vietnam dan pihak ketiga (Perusahaan Indonesia).

Berdasarkan perjanjian itu, Vietnam boleh mengembalikan pinjamannya dalam bentuk komoditi lain seperti kedelai atau besi tua.

Barang tersebut oleh pihak ketiga dijual, baik di dalam maupun luar negeri, kemudian basil penjualannya dibelikan beras dan selanjutnya diserahkan ke Bulog.

 

 

Sumber : ANTARA (15/11/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 384-385.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.