PRESIDEN SOEHARTO MINGGU PAGI BERTOLAK KE TIMOR TIMUR

PRESIDEN SOEHARTO MINGGU PAGI BERTOLAK KE TIMOR TIMUR

Presiden dan Ny. Tien Soeharto serta rombongan, Minggu pagi pukul 08.25 WIB akan bertolak dengan pesawat DC-10 Garuda ke Baucau, Timor Timur, untuk kunjungan kerja selama dua hari dalam rangka peringatan ulang tahun II Integrasi Timor Timur ke dalam Republik Indonesia.

Kepala Negara dalam kunjungannya ini akan disertai 20 orang anggota rombongan resmi, di antaranya sejumlah menteri, 21 orang anggota staf, 30 wartawan dalam negeri dan 16 wartawan asing.

Presiden dan rombongan, menurut rencana tiba di lapangan terbang Komoro, Dili, sekitar pukul 12.00 WIB (13.00 Witeng), setelah ganti pesawat terbang yang lebih kecil dari lapangan terbang Baucau. Dari Komoro, Kepala Negara dengan kendaraan mobil menuju ke Gubernuran tempat ia menginap selama kunjungannya ke Timor Timur.

Selesai bersantap siang, pada pukul 15.30 Witeng, Presiden akan menyaksikan display drumband oleh anggota Pramuka dan pada pukul 17 .30 akan meresmikan stasiun relay TVRI.

Pidato di Depan DPRD

Hari Senin, Presiden akan mengucapkan pidato pada sidang istimewa DPRD Timor Timur, dalam rangka peringatan Ulang Tahun II Integrasi Timor Timur ke dalam wilayah Republik Indonesia.

Selesai mengucapkan pidatonya itu, Kepala Negara dengan helikopter akan bertolak ke Maliana. Di daerah Maliana ini akan dibangun sebuah bendungan.

Setelah mengadakan peninjauan di Maliana, Presiden akan bertolak langsung ke lapangan terbang Baucau, untuk kemudian menuju Jakarta.

Menurut rencana, Kepala Negara dan rombongan akan mendarat kembali di lapangan terbang Halim Perdana Kusumah pada pukul 15.00 WIB. Kunjungan Presiden ke propinsi ke-27 itu merupakan kunjungan yang pertama kalinya.

Para menteri yang mengikuti kunjungan Presiden adalah Menteri Hankam Jenderal M. Yusuf, Menteri Perhubungan Roesmin Nuryadin, Menteri Perdagkop Radius Prawiro, Menteri Pertanian Ir. Soedarsono Hadisaputro, Menteri Pekerjaan Umum Ir. Purnomosidi Hajisarosa, Menteri P & K Dr. Daoed Yoesoef, Menpan Sumarlin dan Mensesneg Sudharmono.

Di samping para menteri itu, Kepala Negara juga mengajak keempat duta besar negara anggota ASEAN di Jakarta. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (15/07/1978)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 681-682.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.