PRESIDEN SOEHARTO MENYAKSIKAN TAMAN LAUT BUNAKEN

PRESIDEN SOEHARTO MENYAKSIKAN TAMAN LAUT BUNAKEN

 

Manado, Antara

Presiden Soeharto mengakhiri kunjungan kerja dua hari di Sulawesi Utara Rabu meninjau dan menyaksikan keindahan alam taman laut Bunaken, 15 mil laut sebelah barat Kotamadya Manado.

Didampingi Ibu Tien Soeharto, Panglima ABRI Jenderal TNI Try Sutrisno, gubernur Sulut C.J. Rantung suami istri, Kepala Negara yang tiba di pantai Pulau Bunaken menggunakan helikopter TNI-AU dijemput Wali kotamadya Manado Ir. N.H. Eman suami istri serta Kepala Dinas Pariwisata Sulut Drs. J. Parera dan disambut meriah masyarakat pulau tersebut dan sekitamya yang datang dengan puluhan perahu.

Di atas perahu “Katamaran” (dasarnya terbuat dari kaca tembus pandang) membawa rombongan kepala negara mengelilingi taman laut itu untuk menyaksikan kekayaan alam bawah air yang sangat indah sekalipun cuaca kurang baik.

Karang laut berwama-warni bak taman bunga yang ditata rapi yang landai dan curam, ratusan jenis ikan hias yang kadang berkelompok dan bebas berkeliaran serta biota laut khas lainnya sangat menarik perhatian. Keindahan alam bawah air yang menakjubkan itu membuat rombongan di atas Katamaran itu menunduk selama hampir 45 menit.

Selesai menyaksikan keindahan taman laut itu, kepada penduduk Pulau Bunaken dan sekitarnya serta masyarakat nelayan termasuk pula para pengunjung taman laut tersebut.

Presiden menyatakan harapannya agar bersama-sama dapat memelihara kelestarian alam Bunaken. Karena keindahan taman laut tersebut merupakan kekayaan alam yang dapat menunjang pembangunan bangsa secara berkesinambungan.

Drs. J. Parera kepada ANTARA, menjelaskan, taman laut tersebut hampir setiap hari dikunjungi wisatawan terutama para pelancong dari manca negara.Banyak diantara pelancong yang datang berkelompok itu berjam-jam lamanya melakukan penyelaman.

Kepala negara dan rombongan setelah hampir satu jam berada di lokasi tersebut melanjutkan perjalanan untuk menyaksikan pengapalan ekspor udara ikan tuna ke Jepang di Bandara Sam Ratulangi Manado dan selanjutnya kembali ke Jakarta.

Presiden dan lbu Tien Soeharto selama di daerah nyiur melambai ini telah meresmikan proyek unit pengembangan ternak Tampusu Kecamatan Romboken Minahasa serta beberapa proyek lainnya secara simbolis dan membuka Musyawarah Besar Nasional Angkatan ’45 ke-8 di Bukit lnspirasi Tomohon.

 

 

Sumber : ANTARA (20/07/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 564-565.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.