PRESIDEN SOEHARTO MENUJU EROPA

PRESIDEN SOEHARTO MENUJU EROPA[1]

 

Jakarta, Suara Pembaruan

Presiden Soeharto Minggu (7/7) malam meninggalkan Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma untuk : melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check up) di salah satu negara di Eropa.

Di Bandara Halim Perdanakusuma, Kepala Negara diantar Mensesneg Moerdiono dan Menseskab Saadilah Mursyid, Pangdam Jaya Mayjen TNI Sutiyoso serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Tepat pukul 21.00 WIB mobil yang membawa Presiden tiba di depan tangga pesawat, dua menit kemudian Kepala Negara mulai menaiki tangga pesawat, dan pukul 21.13 WIB pesawat MD-11 Garuda Indonesia mulai bergerak untuk kemudian lepas landas.

Dalam pemeriksaan kesehatan ini Presiden didampingi oleh putra-putrinya antara lain Siti Hardiyanti Indra Rukmana (Mbak Tutut), Sigit Hrujojudanto, Titiek Prabowo dan Sri Hutami Adiningsih (Marniek). Karena kunjungan ini bukan kunjungan kenegaraan ataupun kunjungan kerja maka tidak ada satu menteri pun yang bergabung dalam rombongan ini.

Belum diperoleh keterangan terinci mengenai nama rumah sakit serta berapa lama Presiden Soeharto akan berada di Eropa serta kapan akan kembali ke Tanah Air.

Tidak Bersedia

Para pejabat Jerman hari Minggu tidak bersedia mengomentari laporan bahwa Presiden Indonesia Soeharto sedang menuju negara itu untuk pemeriksaan kesehatan, AFP melaporkan.

Pemimpin Asia yang paling senior ini berangkat ke Eropa hari Minggu, tetapi Jakarta menolak mengungkapkan tujuannya atau pun mengukuhkan laporan bahwa ia akan memeriksakan diri di Frankfurt sehubungan dengan penyakit jantung dan hati.

Jubir Kemlu Jerman mengatakan,

“Ia tidak dapat mengukuhkan maupun membantah kedatangan Presiden Soeharto.”

Para pejabat bandara Frankfurt juga mengatakan mereka tak dapat “mengukuhkan maupun membantah” bahwa pesawat Garuda MD-11 dijadwalkan akan mendarat dalam waktu dekat.

Mereka hanya mengatakan, penerbangan mingguan Garuda dari Jakarta ke Frankfurt seperti biasa ditunggu Rabu nanti.

Kedutaan Indonesia di Bonn minta agar wartawan yang mencari keterangan, supaya datang kembali Senin ini.

“Seharusnya pemerintah lebih terbuka dan mengatakan, misalnya, Presiden pergi ke negara mana.” tutur Tarto Sudiro, anggota DPR dari PDI.

Moerdiono mengumumkan, rombongan pengiring Presiden hanya kecil, tanpa seorang menteri pun.

Tetapi menurut sumber pemerintah, Menteri Riset dan Teknologi, BJ Habibie, berangkat lebih dulu untuk mempersiapkan segala sesuatu.

Menurut harian Republika, Presiden, yang tidak melakukan tugas resmi hari Sabtu, bermain golf selama dua jam pada pagi hari.

Harian Jawa Pos mengutip pengusaha terkemuka Indonesia Bob Hasan, yang main golf bersama Presiden ketika mengatakan, Presiden tampak sehat dan “sangat menikmati permainannya.”

Laporan berbagai harian juga mengutip keterangan Moerdiono bahwa Presiden akan pergi ke Eropa untuk check-up, sambil menegaskan bahwa “ia sehat walafiat.”

Baharuddin Lopa anggota Komisi Nasional HAM mengatakan,

“rakyat harus percaya apa yang dikatakan pemerintah.”

Sumber : SUARA PEMBARUAN (08/07/1996)

_________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 664-666.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.