PRESIDEN SOEHARTO MENGAJAK MASYRAKAT UNTUK MENJADI BENTENG YANG TANGGUH

PRESIDEN SOEHARTO MENGAJAK MASYRAKAT UNTUK MENJADI BENTENG YANG TANGGUH [1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengajak masyarakat sendiri menjadi benteng yang tangguh dalam menghadapi perembesan2 sisa G30S/PKI, ketika menyampaikan pidato kenegaraannya di depan sidang DPR hari Kamis.

Kepala Negara mengemukakan, bahwa disamping sisa2 G-30-S/PKI kita masih perlu mengambil tindakan2 lanjutan dalam rangka penyelesaian secara menyeluruh untuk meniadakan sumber2 dan akibat2 negatif dari “Peristiwa 15 Januari” agar peristiwa semacam itu tidak sampai terjadi lagi.

Sedangkan kegiatan2 pemberantasan kejahatan dan pengganggu keamanan lainnya seperti perampokan bersenjata yang akhir2 ini disinyalir meningkat, perdagangan gelap ganja dan morfin dan lain2 terus dilakukan.

Jangan Curiga-Mencurigai

Presiden dalam pidatonya memperingatkan terhadap ancaman bahaya yang langsung dewasa ini yaitu dari sisa2 G-30-S/PKI yang masalahnya telah kita ketahui semua.

“Dalam hubungan ini ingin saya menekankan lagi bahwa dalam menghadapi bahaya sisa G- 30-S/PKI ini harus kita jawab dengan membuktikan bahwa Pancasila adalah pandangan hidup bangsa yang tepat”.

“Juga harus segera kita lenyapkan kemiskinan di tengah2 kita yang mereka jadikan tempat persemaian yang subur bagi propagandanya. Karena itu berhasilnya kita dalam membangun, sekaligus akan berarti melenyapkan tempat sisa2 akar G-30-S/PKI ini”.

Presiden selanjutnya memperingatkan segenap masyrakat, agar kewaspadaan kita terhadap sisa G-30-S/PKI ini jangan membuat kita saling curiga.

Curiga-mencurigai diantara kita justru yang mereka usahakan, agar kita lemah. Presiden menegaskan. bahwa terhadap yang bersalah kita memang tidak mengenal kompromi, Akan tetapi terhadap mereka yang insyaf atas kekeliruannya dan mau kembali ke jalan Pancasila.

Sudah tentu dengan tindakan2 pengawasan dan pengamanan yang diperlukan agar supaya mereka itu tidak menyalahgunakan kesempatan yang diberikan.

“Dengan kewaspadaan saya ajak masyarakat sendiri menjadi benteng yang tangguh dalam menghadapi perembesan2 sisa2 G-30-S/PKI”. (DTS)

SUMBER :ANTARA (15/8/1974)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 453-454.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.