PRESIDEN SOEHARTO MENERIMA HADIAH KEPENDUDUKAN PBB

PRESIDEN SOEHARTO MENERIMA HADIAH KEPENDUDUKAN PBB

 

 

Jakarta, Pelita

Presiden Soeharto dari Indonesia terpilih sebagai pemenang hadiah kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 1989 bersama Programme National de Bienentre Familiar, suatu organisasi program kesejahteraan keluarga nasional dari Togo, demikian diumumkan Kantor Penerangan Perserikatan Bangsa­Bangsa di Indonesia.

Hadiah itu diraih Presiden Soeharto dan pemerintahannya berkat dukungannya dua puluh tahun terakhir terhadap program keluarga berencana nasional yang berhasil menurunkan angka pertumbuhan penduduk dari 3 persen pada masa 20 tahun lalu menjadi 2,2 persen.

Begitu pula besarnya keluarga dari tujuh menjadi 3,4 setiap keluarga, kata Nafis Sadik Direktur Eksekutif Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPP) yang dikutip siaran pers Kantor Penerangan PBB di Indonesia.

 

Enam Milyar

Dr. Sadik mengatakan, PBB mempunyai proyeksi pada akhir abad ini, penduduk dunia akan mencapai enam milyar dan dalam 100 tahun mendatang, penduduk dunia dapat di tekan akhirnya hanya mencapai 10 milyar jiwa. Karena itu, program keluarga berencana sangat penting dan jika seluruh penduduk mempunyai anak hanya dua, hal ini menghasilkan pertumbuhan dunia mencapai titik nol.

Organisasi Programme National de Bien-entre Familiar di Togo itu memperoleh hadiah PBB, karena itu kegiatan kependudukannya dilandaskan pada kesejahteraan keluarga.

Presiden Soeharto merupakan Kepala Negara Pemerintahan dari Asia, yang ketiga mendapatkan penghargaan dan hadiah PBB itu, setelah Perdana Menteri India mendiang Indira Gandhi tahun 1983 dan Presiden Hussain Muhammad Ershad dari Bangladesh tahun 1987 lalu.

Upacara pemberian tanda penghargaan itu dilakukan tanggal 8 Juni 1989 mendatang di Markas Besar PBB New York AS, berupa sebuah diploma medali emas dan uang sebanyak 12.500 US dolar.

 

 

Sumber : PELITA (07/03/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 796-797.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.