PRESIDEN SOEHARTO MENEKANKAN: DPR Agar Tingkatkan Pragmatisme Dan Effisiensi Pembangunan Oposisi Buka Tudjuan

PRESIDEN SOEHARTO MENEKANKAN:

DPR Agar Tingkatkan Pragmatisme Dan Effisiensi Pembangunan Oposisi Buka Tudjuan [1]

 

Djakarta, Kompas

Presiden Soeharto menekankan, bahwa oposisi tidak boleh mendjadi tudjuan dalam DPR jang akan datang. Tapi jang penting hendaknja para anggauta DPR meningkatkan effisiensi dan pragmatis untuk ikut meningkatkan pembangunan sesuai dengan profesi masing2. Dalam pertemuannja dengan para tjalon anggauta Fraksi Golkar dalam DPR hari Kamis di Bina Graha, Kepala Negara djuga berpesan supaja DPR nanti lebih mengeratkan kerdjasama jang baik dengan Pemerintah dalam melakukan tugas2nja.

Menurut Sekdjen DPP Golkar, Brigdjen Sapardjo, Presiden telah mendjelaskan hasil2 pertemuannja dengan pimpinan2 Parpol dan Golkar pekan lalu, dan mengemukakan lagi sarannja agar Ketua DPR nanti didjabat wakil dari Parpol, “Golkar setudju, dan mungkin jang djadi ketuanja adalah dari NU”, kata Sapardjo.

Partai Hendaknja Partai Kader

Seterusnja mendjawab pertanjaan, Sapardjo mendjelaskan bahwa sedjak dulu Golkar selalu mendukung penjederhanaan kepartaian sesuai dengan Tap MPRS. Dikatakan bahwa bagi Golkar idealnja adalah dua partai ditambah satu Golkar, jakni agar tertjapai effisiensi dalam “lalu-lintas” kepartaian.

Mengenai UU Kepartaian dan Keormasan Sapardjo mengatakan bahwa Golkar menghendaki didalamnja agar dinjatakan, bahwa Partai adalah partai kader. Yakni sebagai wadah bagi orang-orang jang pikirannja sama, tapi djangan diindentikkan dengan orang partai itu sendiri agar tidak me-metjah2 masjarakat. Atau dengan lain kata djangan dengan ideologinya partai2 mentjari anggauta2nja karena hasilnja hanja peng-kotak2an sadja. (DTS)

Sumber: KOMPAS (15/10/1972)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 4.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.