PRESIDEN SOEHARTO: MASALAH POKOK DUNIA SEKARANG PEMBANGUNAN DAN PERDAMAIAN

PRESIDEN SOEHARTO: MASALAH POKOK DUNIA SEKARANG PEMBANGUNAN DAN PERDAMAIAN

Presiden Soeharto menyatakan penghargaannya terhadap sikap Jepang menyokong usaha Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mempercepat pembangunan dan tnemantapkan perdamaian di kawasan ini.

Kepala Negara mengemukakan hal inidalam pidato jawaban pada penyerahan surat-surat kepercayaan Dutabesar Jepang yang baru untuk Indonesia Masao Sawaki di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu pagi.

Presiden menyatakan bahwa kemajuan dan kedamaian di kawasan ASEAN yang vital dan penuh harapan di masa mendatang pasti akan memberikan sumbangan ke arah terwujudnya dunia yang lebih sejahtera dan tenteram.

Masalah pokok dunia sekarang adalah pembangunan dan perdamaian. Jepang dewasa ini telah mencapai tingkat yang memiliki potensi dan kesempatan untuk memberi arah yang makin kuat terhadap pembangunan dan perdamaian dunia tersebut

“Tanpa pembangunan, perdamaian dunia tidak akan ada artinya bagi manusia. Tanpa suasana perdamaian, pembangunan bangsa-bangsa akan terbengkalai," kata Presiden.

Pada awal pidatonya Presiden menyampaikan terimakasih dan balasan ucapan yang sama kepada Kaisar Hirohito atas salam persahabatan Kaisar Jepang itu yang disampaikan Duta besar Jepang yang baru itu.

Presiden menyambut baikkeinginan sungguh-sungguh Kaisar Hirohito untuk terus mengembangkan hubungan persahabatan antara kedua negara dalam rangka memelihara perdamaian dunia.

Kepala Negara menyatakan bahwa dasar dan tujuan politik luar negeri Indonesia juga persahabatan, kerjasama dan perdamaian dunia.

Atas dasar persamaan pandangan itu, Presiden menyatakan keyakinannya bahwa hubungan antara kedua negara akan bertambah erat di masa-masa mendatang.

Harapkan Hubungan Terus Berkembang

Sebelumnya, secara berturut-turut Presiden telah pula menerima penyerahan surat­surat kepercayaan masing-masing dari Duta besar Republik Demokrasi Rakyat Aljazair yang barn untuk Indonesia Mohammed Aissa Mesaoudi dan Duta besar Perancis Dimitri de Favitski.

Dalam pidato balasannya, ketika menerima surat-surat kepercayaan Dubes Perancis yang baru itu, Presiden mengharapkan terus berlangsungnya hubungan yang memuaskan antara Indonesia dan Perancis.

"Walaupun letak geografis kedua negara saling berjauhan, namun hubungan antara kedua bangsa dapat terjalin secara memuaskan untuk kemanfaatan bersama," kata Presiden.

Presiden menyebutkan kunjungan kunjungan timbal balik, hubungan dan pertemuan-pertemuan antara pejabat Indonesia dan Perancis makin tahun makin meningkat di segala bidang.

”Hal itu jelas membuktikan adanya perhatian timbal balik yang luas antara kedua bangsa dan negara baik secara bilateral maupun secara multilateral," demikian Presiden Soeharto. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (23/02/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 546-547.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.