PRESIDEN SOEHARTO LANTIK PERWIRA REMAJA PERANAN SOSPOL ABRI TIDAK BERTENTANGAN DENGAN DEMOKRASI

PRESIDEN SOEHARTO LANTIK PERWIRA REMAJA PERANAN SOSPOL ABRI TIDAK BERTENTANGAN DENGAN DEMOKRASI

Presiden Soeharto menekankan, jika ABRI menjalankan peranannya sebagai kekuatan sosial politik, itu sama sekali tidak harus dipertentangkan dengan demokrasi.

"Peranan sosial politik ABRI harus kita lihat dalam sejarah pertumbuhan bangsa kita sendiri," kata Kepala Negara pada Upacara Prasetia Perwira Remaja Lulusan AKABRI di Magelang, hari Senin kemarin.

Panggilan tugas ABRI, menurut Presiden, adalah melaksanakan peranannya sebagai kekuatan sosial politik itu sebaik-baiknya. Sehingga demokrasi berdasarkan Pancasila benar-benar dapat tumbuh subur di negeri ini.

Dwi Fungsi

Dihadapan para perwira remaja yang dilantik itu Kepala Negara menekankan mengenai dwi fungsi ABRI. Sebab di tahun-tahun mendatang mereka inilah yang akan memberi isi kepada dwi fungsi itu.

Peranan dwi fungsi ABRI itu tidak boleh diukur yang ditugasi pada bidang pemerintahan sipil, yang dikenal sebagai tugas-tugas kekaryaan.

"Saya tegaskan disini, bahwa tugas kekaryaan tidak boleh salah arah, menjadi semacam penyaluran tenaga ABRI ke sektor-sektor di luar ABRI," kata Kepala Negara.

Tugas kekaryaan harus ditujukan untuk mengamankan dari mendinamiskan sektor2 di luar ABRI. Karena itu tugas tugas kekaryaan ABRI sungguh mernpakan tugas yang tidak ringan.

Presiden mengingatkan bahwa di tahun-tahun yang akan datang akan banyak terjadi perubahan-perubahan di dalam masyarakat. Dan perubahan-perubahan itu memang harus terjadi karena masyarakat kita bertambah maju dan makin terbuka.

Karena itu, pesan Kepala Negara, para perwira remaja itu mulai sekarang hendaknya menyiapkan diri. Agar mampu melaksanakan peranan ABRI sebagai kekuatan sosial politik. Di samping sebagai kekuatan pertahanan keamanan

Persenjataan ABRI

Presiden kemudian menegaskan, sebagai kekuatan pertahanan keamanan, ABRI memang harus terus membangun dirinya agar mampu mengayomi rakyat. Melindungi bangsa dan menjaga kedaulatan negara.

Perkembangan dunia sekarang ini, menurut Presiden, tetap terasa tidak menentu. Sehingga, segala kemungkinan bisa terjadi.

Sebagai bangsa yang cinta damai, kita memang berusaha sekuat tenaga perdamaian dunia. Namun, katanya lebih lanjut, kita adalah bangsa yang berdaulat. Karena itu, justru untuk mempertahankan kemerdekaan nasional kita wajib selalu siap siaga.

"Segala peralatan dan persenjataan ABRI baik di darat, di laut maupun di udara juga harus disesuaikan dengan kemajuan-kemajuan teknologi modern," kata Presiden.

Para perwira remaja diminta untuk mahir dalam menggunakan peralatan dan persenjataan itu tetap merupakan alat."Yang terpenting adalah manusia yang menggunakan alat itu”.

"Jadilah prajurit ABRI yang sebulat-bulatnya setia kepada Pancasila dan UUD’ 45," kata Presiden.

Panggilan tugas ABRI adalah melaksanakan peranannya sebagai kekuatan sosial poJitik itu sebaik-baiknya. Sehingga demokrasi berdasarkan Pancasila benar-benar dapat tumbuh subur di negeri ini.

Bagi ABRI, kesetiaan yang sebulat-bulatnya terhadap Pancasila dan UUD’ 45 tidak dapat ditawar-tawar lagi. Sebab bagi Indonesia, Pancasila adalah masalah hidup atau mati.

336 Perwira

Presiden Soeharto melantik dan mengambil sumpah 336 orang Taruna AKABRI menjadi PerwiraABRI Letnan Dua (Letda). Para perwira Remaja Lulusan AKABRI tersebut, terdiri dari 154 orang Perwira TNI-AD, 38 orang Perwira TNI-AL, 48 orang Perwira TNI-AU dan 96 orang Perwira Polri.

Presiden Soeharto secara simbolis memasangkan tanda pangkat Letnan Dua (Letda) kepada 4 orang Perwira Remaja yang lulus terbaik menerima Adhi Makayasa masing2 ialah: Letda. Inf. Moeldoko dari AKABRI Bagian Darat, Letda Laut (P) Marsetio dariAKABRI Bagian Laut, Letda TPT ida Bagus Putu Dunia dari AKABRl Bagian Udara dan Letda Pol. Mathius Salempang dari AKABRI Bagian Kepolisian. Selesai upacara pelantikan Presiden dan lbu Tien Soeharto didampingi Men.

Hankam Pangab Jenderal M. Jusuf dan lbu, Danjen AKABRI Mayjen. TNI J. Henulilli beserta Thu dan rombongan menyaksikan Defile.

Presiden dan lbu Tien Soeharto, Men. Hankam Pangab. Jenderal Jusuf dan lbu pada kesempatan itu di ruang Data Soebiyakto AKABRI Bagian Darat beramah-tamah, berkenalan dengan Perwira Remaja yang lulus terbaik beserta orang tuanya. Kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dengan Presiden dan lbu Tien Soeharto. Upacara Praspa AKABRI 1981 itu ditutup dengan selamatan/santap siang bersama dengan pemotongan tumpeng. Presiden beserta Ibu Tien Soeharto memberikan tumpeng pertama kepada Perwira Remaja termuda yang baru dilantik. (DTS)

Magelang, Angkatan Bersenjata

Sumber: ANGKATAN BERSENJATA (24/03/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 454-455.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.