Presiden Soeharto   KITA MANTAPKAN KOPERASI SEBAGAI SALAH SATU PILAR EKONOMI

Presiden Soeharto

KITA MANTAPKAN KOPERASI SEBAGAI SALAH SATU PILAR EKONOMI[1]

 

Jakarta, Suara Pembaruan

Presiden Soeharto mengemukakan, kita telah mencanangkan Tahun 1997 sebagai Tahun Pemantapan Koperasi. Dalam tahun ini kita bertekad untuk memantapkan koperasi, sehingga menjadi satu pilar ekonomi Indonesia yang kukuh.

Kepala Negara mengatakan hal itu pada peresmian Pelaksanaan Kemitraan usaha Unit Simpan Pinjam KUD Mandiri Inti, di Istana Negara, Kamis (2/l).

Dalam rangka mewujudkan tekad tadi, menurut Kepala Negara, hari ini kita akan memulai langkah baru yang penting dalam membangun koperasi. Langkah penting itu ialah dimulainya Program Kemitraan Usaha Unit Simpan Pinjam KUD Mandiri Inti dengan memanfaatkan modal dari kalangan dunia usaha swasta.

Menyangkut masalah tersebut, pada bagian lain sambutannya, Presiden mengemukakan, salah satu kendala bagi pengembangan kegiatan ekonomi di perdesaan adalah kurangnya modal dan sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam hal permodalan inilah, kita melihat bahwa kegiatan simpan pinjam dapat memainkan peran penting.

“Simpan pinjam akan menyediakan dana secara mudah dan murah bagi para pengusaha kecil anggota koperasi. Pada gilirannya pengusaha kecil dan koperasi dapat meningkatkan kinerja usahanya.” kata Kepala Negara.

Menurut Presiden, dengan kinerja usaha yang meningkat selanjutnya akan mempertinggi daya saing pengusaha kecil dan koperasi. Kondisi semacam ini sangat diperlukan bagi pengusaha kecil dan koperasi untuk memasuki zaman kemajuan ekonomi yang pesat dan luas.

“Karena itu, saya mengharapkan agar program simpan pinjam ini dapat diselenggarakan dengan sebaik-baiknya.” kata Presiden.

Kepala Negara mengakui, Undang Undang Dasar kita mengamanatkan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang-orang. Karena itu, kerja sama kemitraan harus dilakukan oleh para pelaku ekonomi dan menjangkau di semua sektor. Badan usaha milik negara, dunia usaha swasta dan koperasi harus bekerja bahu membahu.

“Kemitraan hendaknya juga tidak hanya menguntungkan para pelaku ekonomi yang bersangkutan, tetapi harus pula membawa dampak positif bagi seluruh kehidupan bangsa kita. Gerakan kemitraan harus bermanfaat bagi kemakmuran. Pendek kata, semua pelaku ekonomi di Tanah Air ini harus bersatu padu berjuang bagi kemakmuran bangsa.” katanya.

Menyangkut sejarah perjuangan bangsa, Kepala Negara mengakui, kita menunjukkan bahwa berkat persatuan segenap lapisan dan golongan masyarakat, bangsa kita berhasil merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Dalam masa setengah abad menjadi bangsa yang merdeka, kita juga mengalami berbagai pergolakan, cobaan dan rongrongan.

“Namun, berkat persatuan bangsa kita tetap tegak di tengah-tengah masyarakat antar bangsa. Kita yakin bahwa dengan persatuan itulah kita pasti dapat mewujudkan cita-cita kemerdekaan bangsa kita, ialah mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.” kata Presiden.

Karena itu, ujar Kepala Negara lanjut, persatuan diantara kita harus terus kita galang dan kita daya gunakan dalam upaya mewujudkan cita-cita kemerdekaan tadi. Persatuan itu harus terwujud di segala bidang kehidupan. Tidak saja di bidang politik, sosial budaya dan penahanan-keamanan, tetapi juga di bidang ekonomi. Tanpa mendayagunakan persatuan di bidang ekonomi, kita akan kalah dalam persaingan bebas yang akan menjadi aturan main dari ekonomi dunia yang akan datang. Dalam hal ini sikap kita harus jelas.

Keluar, sebagai bangsa, kita harus unggul dalam persaingan bebas. Ke dalam, sebagai bangsa, kita harus sating membantu agar kita secara bersama-sama menjadi satu kekuatan yang andal.

Tahap Kemandirian

Saya merasa gembira, ujar Presiden, bahwa sekarang KUD telah tersebar merata di seluruh Tanah Air dan sebagian besar telah mencapai tahap kemandirian. Kini di setiap kecamatan sudah terdapat sebuah KUD Mandiri dan di setiap Daerah Tingkat ll paling tidak ada satu KUD Mandiri Inti, yang mampu menjadi pendorong utama dan panutan bagi KUD-KUD lain di daerah tersebut. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa saat ini KUD telah mulai menjadi pusat kegiatan ekonomi yang modem di perdesaan.

“Saya sungguh gembira, bahwa saat ini saya dapat bertatap muka dengan para pengurus KUD Mandiri Inti. Dalam kesempatan inisaya ingin mengingatkan kembali bahwa keberhasilan dan kemajuan yang telah dicapai hendaknya jangan membuat kita lengah. Justru sebaliknya, kita harus selalu tetap cermat dan waspada serta meningkatkan kemampuan kita untuk mencapai prestasi yang lebih baik. Sebab, suasana yang akan kita hadapi di masa datang akan terus bertambah rumit, meskipun peluang yang terbuka juga makin lebar.” kata Kepala Negara.

Menurut Presiden, tidak lama lagi kita akan memasuki zaman ekonomi terbuka dan perdagangan bebas yang menimbulkan persaingan antarbangsa di bidang ekonomi yang tenis bertambah tajam.Hanya bangsa yang unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan dapat mengambil manfaat besar bagi perkembangan ekonomi nya. Keunggulan dalam bidang ekonomi dan teknologi dapat dicapai terutama dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Jika kualitas sumber daya manusia kita lemah, maka banyak peluang yang tidak dapat kita manfaatkan secara maksimal dan lewat begitu saja.” tandas Presiden.

Dalam menghadapi persaingan global yang makin tajam, kita perlu membangun perekonomian kita dengan arah untuk meningkatkan nilai tambah yang sebesar­-besarnya dan meningkatkan produktivitas yang tinggi.

“Hal ini hanya dapat dicapai melalui keunggulan kualitas sumber daya manusia sebagai penopang berbagai sektor ekonomi produktif.” kata Presiden.

Pacta acara hari ini, ditandatangani Memorandum of Understanding (MOU) antara INKUD dengan PT Satya Siaga Insurance Brokers untuk melakukan kerja sama di bidang usaha Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat.

26,9 Juta Anggota

Sementara itu, dalam laporannya Ketua Umum Induk Koperasi Unit Desa HM Rapi’i mengatakan, jumlah koperasi saat ini telah mencapai 48.335 unit terdiri atas 39.119 unit koperasi perkotaan dan 9.226 unit KUD. Jumlah anggota koperasi mencapai 26,9 juta orang dan lebih setengahnya adalah anggota KUD. Saat ini jumlah KUD Mandiri mencapai 6.390 unit yang tersebar di 3.488 Kecamatan. Nilai omzet seluruh KUD lebih dari Rp 5,669 triliun.Total aset induk KUD telah mencapai Rp 1,2 triliun.

Dalam kesempatan itu Presiden Soeharto meresmikan program AKSI yaitu Kemitraan Usaha Simpam Pinjam KUD Mandiri Inti, di mana kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Induk KUD bekerja sama dengan Bank Danamon dan Bank Bumi Daya.

Pada tahap pertama Bank Danamon menyediakan pinjaman dana sebesar Rp 500 miliar untuk modal 1.000 KUD Mandiri Inti. Bank Bumi Daya yang telah melakukan kerja sama dengan Induk KUD juga menyediakan dana Rp 500 miliar.

Program kemitraan usaha simpan pinjam ini merupakan pengejawantahan dari PP No 9 Tahun 1995, tentang pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi.

Turut hadir dalam acara peresmian ini pen gurus dari 312 KUD Mandiri Inti, pengurus Pusat KUD dari 27 provinsi dan pengurus serta Direksi Induk KUD.

Sumber : SUARA PEMBARUAN (02/01/97)

_____________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 188-190.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.