PRESIDEN SOEHARTO : KITA HARUS MENJAUHKAN DIRI DARI SIFAT-SIFAT RUTIN

PRESIDEN SOEHARTO :

KITA HARUS MENJAUHKAN DIRI DARI SIFAT-SIFAT RUTIN

 

 

Jabatan duta besar bukanlah jabatan ringan dan sama sekali bukan jabatan yang bisa dilaksanakan secara rutin belaka. Menjauhkan diri dari sifat-sifat rutin mutlak harus dilakukan oleh para Duta besar kita khususnya dan kita semua pada umumnya.

Karena kita hidup dalam zaman yang penuh dengan perubahan-perubahan yang pesat dan penuh dengan tantangan. Lebih-lebih dalam keadaan seperti yang kita alami dewasa ini. yaitu tahun-tahun yang penuh dengan ujian berat.

Kepala Negara menandaskan hal itu pada pelantikan para Duta besar Indonesia di Istana Negara Kamis kemarin.

Menurut Presiden Soeharto. di bidang ekonomi kita telah mengambil serangkaian langkah penting pula. Kita menjadwalkan kembali proyek-proyek besar yang memerlukan devisa besar, kita telah menyehatkan kehidupan perbankan, kita memperbaharui sistem perpajakan, kita telah memperlancar arus lalulintas barang, kita telah mengadakan devaluasi.

Di samping itu kita juga telah mengambil langkah­-langkah untuk mendorong ekspor nonmigas. kita telah menciptakan suasana yang mendorong penanaman modal dalam negeri maupun modal asing, kita melakukan debirokratisasi dan langkah-langkah lainnya.

“Memang ada sebagaian orang yang mengira bahwa langkah-langkah tadi hanyalah untuk memberi peluang bagi berkembangnya kegiatan dunia usaha yang besar-besar saja. Anggapan seperti itu sangat keliru, Sebab segala kebijaksanaan dan langkah tadi justru diarahkan agar roda-roda perekonomian kita dapat terus berputar, agar kesempatan kerja tetap terbuka dan agar kesejahteraan rakyat dapat tetap kita perbaiki,” demikian Presiden.

Kepala Negara meminta kepada para duta besar serta seluruh tenaga kedutaan besar agar berjuang sekuat tenaga memasarkan barang-barang ekspor nonmigas kita yang kini telah banyak dihasilkan dalam jumlah yang kian besar dan mutu yang bertambah baik.

Para Dubes diminta untuk sebanyak mungkin menarik minat dari luar negeri guna menanamkan modalnya di Indonesia. karena kita terus menerus mengusahakan iklim yang baik bagi penanaman modal dalam negeri maupun modal asing.

Para dubes pun diminta terus berusaha menarik sebanyak-banyaknya wisatawan asing datang ke negeri kita, karena ia pun merupakan salah satu sumber penerimaan devisa.

Dewasa ini kita juga tak henti-hentinya menyiapkan diri untuk menerima wisatawan asing dengan segala kemudahan yang masih memungkinkan.

Para Dubes yang dilantik tersebut adalah Sukardi untuk Jerman Barat, M. Romly untuk Belanda, serta Sularto untuk Zimbabwe. (RA)

 

 

Jakarta, Business News

Sumber : BUSINESS NEWS (07/11/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (1985-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 446-447.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.